Para peserta yang berlatar belakang petani sedang mendengarkan pemaparan dari Manajer Kemitraan dan Komunitas Krealogi Davit Manalu, melalui Program Pendampingan Kelompok Subsisten Sektor Pertanian yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia DKI Jakarta dan Krealogi. Program ini berfokus pada pelatihan manajemen usaha, keuangan usaha, dan kelembagaan kelompok. (Foto oleh: Krealogi)

Program pemberdayaan memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan bisnis bagi pelaku UMKM. Program ini dapat berdampak signifikan terhadap pengembangan dan keberlanjutan bisnis mereka.

Berbagai inisiatif tersebut juga dimaksudkan untuk membantu kelompok subsisten menghadapi tantangan yang mereka hadapi. Anda dapat menemukan tantangan yang dihadapi oleh kelompok subsisten melalui artikel ini.

Tantangan Utama Kelompok Subsisten di Indonesia

Kelompok subsisten seringkali menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan utama mereka adalah ketidakmampuan untuk mengatur peran dan tanggung jawab antar anggotanya. Kelompok ini cenderung beroperasi secara independen, yang mengakibatkan kurangnya pengaturan yang jelas terkait peran dan tugas dalam kelompok bisnis yang terbentuk.

Salah satu penentu utama penguatan kelembagaan adalah kemampuan sumber daya manusia di dalam institusi itu sendiri. Penguatan kelembagaan dapat dilakukan melalui pendekatan kelompok untuk meningkatkan skala ekonomi dan posisi tawar (bargaining position).

Tujuan utamanya adalah untuk menyamakan persepsi di antara anggota usaha, mendorong partisipasi aktif anggota di dalam kegiatan usaha, dan meningkatkan growth mindset untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.

Kolaborasi Strategis: Inisiatif Antara Krealogi dengan BI DKI Jakarta dan BI NTT

Karaja Sumba, salah satu UMKM binaan Krealogi, awalnya tidak memiliki struktur organisasi yang baik. Menyadari tantangan ini, Krealogi hadir sebagai mentor untuk membantu Karaja Sumba. Selain itu, Krealogi juga berkolaborasi bersama Bank Indonesia (BI) NTT untuk memberikan dukungan berupa pengadaan fasilitas.

Dalam kemitraan ini, Krealogi membantu pendiri Karaja Sumba, yang juga berperan sebagai pemimpin lokal, melalui kegiatan penguatan kapasitas yang berfokus pada pengembangan aspek kelembagaan, pengembangan usaha, serta literasi keuangan. Inisiatif ini memungkinkan para pemimpin lokal untuk meningkatkan kapasitas anggota kelompok mereka.

Direktur Komunitas & Kemitraan Krealogi Hanna Kerat bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung, Pendiri Karaja Sumba Roswita Asti Kulla dan pemangku kepentingan lainnya, berfoto bersama setelah secara simbolis menyerahkan bantuan infrastruktur peralatan tenun untuk mendukung ekspansi pasar kain tenun Sumba secara internasional melalui Program Sosial Bank Indonesia (PBSI). Pengadaan ini dapat terwujud melalui dukungan dari Krealogi, yang bertindak sebagai penghubung antara BI NTT dan Karaja Sumba. (Foto oleh: Bank Indonesia NTT).

Melalui program pelatihan tersebut, Krealogi memastikan ada distribusi peran dan tanggung jawab yang merata. Inisiatif ini dapat meningkatkan rasa kepemilikan (ownership) dan solidaritas antar anggota, sehingga mereka tetap terhubung dalam visi dan misi yang sama.

Di kesempatan lain, Krealogi juga pernah memfasilitasi program pelatihan dan pengembangan yang ditujukan untuk UMKM subsisten yang merupakan kelompok petani binaan BI DKI Jakarta di area Cibubur. Program ini diikuti oleh 31 peserta pada 2022 dan 25 peserta pada 2023.

Melalui Program Pendampingan Kelompok Subsisten Sektor Pertanian, Krealogi melatih dan mendampingi Kelompok Tani Pinggir Buperta (KPPB), salah satu kelompok subsisten sektor pertanian binaan Bank Indonesia DKI Jakarta. Program berlangsung sejak bulan Juli hingga Oktober 2023 di Cibubur, Jakarta Timur.

Selama dua tahun berturut-turut, program ini telah memberikan dampak signifikan. Berdasarkan hasil tes pasca program yang dilakukan Krealogi, terjadi peningkatan dalam beberapa aspek, yaitu:

  • 38% peserta mengalami peningkatan pengetahuan
  • 96% peserta mampu membuat laporan keuangan melalui aplikasi SiApik
  • 88% peserta memahami model bisnis mereka
  • 76% peserta mampu menggunakan ovo
  • 100% peserta mampu membuat laporan keuangan keluarga dan usaha

Berdampak Melalui Program Pemberdayaan

Krealogi percaya bahwa program pemberdayaan sangat penting untuk mengatasi tantangan terkait institusi, sebagaimana dibuktikan melalui kolaborasi kami dengan BI Jakarta dan BI NTT dalam memupuk budaya kerja yang kondusif.

Program pemberdayaan juga dapat membantu kelompok subsisten menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam kegiatan bisnis mereka. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis tetapi juga memperkuat institusi sebagai landasan dalam berwirausaha. Dengan demikian, daya saing dan ketahanan kelompok subsisten dapat ditingkatkan.

Krealogi berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan kelompok subsisten guna mencapai kemajuan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.


Ingin berkolaborasi melalui program kemitraan? Hubungi kami di krealogi.com/link

Mari Bergerak Berdaya Bersama!