Blog Thumbnail

Krealogi Team | POST ON 28 March 2022

Bagaimana Membuat Sistem Pergudangan yang Baik?

Pelatihan

Membuat Sistem Pergudangan yang Baik – Mengapa setiap pelaku usaha perlu memiliki sistem pergudangan yang baik? Sistem pergudangan berhubungan langsung dengan kesuksesan perusahaan dalam jangka panjang. 

Arus barang yang tertata dan terdata adalah salah satu manfaat yang dapat diperoleh dari sistem pergudangan yang baik. Dengan arus barang yang teratur, proses transaksi barang juga jadi terpantau. Hal tersebut akan memudahkan pelaku usaha untuk melihat sejauh mana perkembangan bisnisnya. 

Lalu, bagaimanakah cara membuat sistem pergudangan yang baik? Berikut beberapa tips untuk kamu. 

Table of Contents: 

  1. Lakukan Penjadwalan
  2. Buat Perkiraan Persediaan
  3. Buat Data Akurat
  4. Lakukan Pengecekan
  5. Atur Tata Letak
  6. Pisahkan Stok Barang Lama dan Baru

1. Lakukan Penjadwalan

Untuk membuat sistem manajemen gudang yang baik, perusahaan harus membuat jadwal persediaan barang. Buatlah jadwal dengan supplier terkait kapan harus membeli persediaan barang. Selain itu, jadwalkan pula proses pengiriman barang kepada konsumen. Penjadwalan persediaan barang ini akan memudahkan perusahaan untuk melakukan tahap selanjutnya dalam membuat sistem manajemen gudang yang baik.

Baca juga: Manajemen Gudang: Pengertian dan Elemen Pentingnya

2. Buat Perkiraan Persediaan

Setelah melakukan penjadwalan, langkah selanjutnya guna meningkatkan sistem manajemen gudang yang baik adlah dengan membuat perkiraan persediaan. Perkiraan persediaan adalah perkiraan mengenai berapa banyak yang harus disediakan, dan juga terkait kapan stok barang akan habis. 

Yang harus kamu lakukan ketika menyusun perkiraan persediaan adalah mengecek alur stok barang. Perkiraan juga dapat membantu mengurangi risiko kehabisan atau kelebihan stok barang. 

3. Buat Data Akurat

Selanjutnya, kamu harus membuat data yang akurat agar memiliki sistem manajemen gudang yang baik. Data-data tersebut berupa data pembelian barang, persediaan barang di gudang, dan data penjualan hasil produksi. 

Jika perlu, data yang dibuat juga meliputi perkiraan penjualan dan target pemasaran. Sehingga kamu akan tahu rencana apa yang harus diambil untuk mengolah barang di gudang. 

4. Lakukan Pengecekan

manfaat gudang bagi bisnis

Langkah lain yang harus kamu terapkan untuk membuat sistem manajemen gudang yang baik adalah melakukan pengecekan setiap barang. Pengecekan ini dilakukan ketika ada persediaan barang yang akan masuk ke gudang. 

Kamu dapat menandai barang dengan kode, sehingga tidak akan terjadi kesalahan hitung yang menyebabkan adanya selisih persediaan barang dengan data yang mengakibatkan data jadi tidak akurat. 

Pengecekan juga berfungsi untuk memeriksa kelengkapan barang dan kondisi barang. Kamu akan tahu apabila ada barang yang mengalami kerusakaan, kecacatan, ketidaklengkapan, dan lain sebagainya. 

5. Atur Tata Letak

Ketika melakukan pengecekan, kamu juga dapat sekaligus mengatur tata letak barang yang ada di gudang. Hal ini karena, dalam sistem manajemen gudang yang baik, perusahaan juga harus mengatur tata letak barang di gudang secara maksimal. 

Untuk mengatur tata letak barang di gudang, hal pertama yang harus kamu ketahui adalah karakter persediaan barang. Kamu harus tahu barang-barang mana yang memerlukan perlakuan khusus untuk disimpan. Misalnya, barang A harus disimpan di suhu udara, barang B merupakan barang yang mudah pecah, dan lain-lain. 

Kemudian, aturlah tata letak gudang agar barang-barang yang disimpan mudah dijangkau dan tidak berantakan.

6. Pisahkan Stok Barang Lama dan Baru

Cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat sistem manajemen gudang yang baik selanjutnya adalah dengan memisahkan stok barang lama dan baru. 

Dalam sistem manajemen gudang adalah istilah yang disebut FIFO, FEFO, dan LIFO. FIFO (First In First Out) adalah sistem di mana barang yang pertama kali masuk akan menjadi barang yang pertama kali keluar. FEFO (First Expired First Out) berarti barang yang paling mendekati kedaluwarsa harus dikeluarkan pertama kali. Sementara LIFO (Last In First Out) artinya barang yang diprioritaskan untuk keluar pertama kali adalah barang yang paling terakhir masuk. 

Kebijakan-kebijakan tersebut dipakai perusahaan berdasarkan kondisi tertentu. Agar perusahaan lebih mudah ketika melakukan sistem-sistem pergudangan itu, memisahkan antara stok barang lama dengan yang baru adalah hal yang harus dilakukan.

Terapkan juga pengelolaan dan manajemen gudang yang baik di perusahaanmu dengan bantuan aplikasi Krealogi dari DuAnyam! Kamu bisa pantau dan kelola gudang secara real-time dengan satu aplikasi saja. Baca artikel lainnya di sini!

Baca juga:

Bagikan Blog :

×

Hi! Dengan Mika di sini. Mika siap membantumu untuk lebih mengenal Krealogi. Ada yang bisa Mika bantu?

× Hubungi Kami