Karaja Sumba merupakan sebuah brand yang didirikan oleh Roswita Asti Kula sejak tahun 2019. Adanya brand ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang cukup tinggi khususnya di Sumba Barat. Karaja hadir dengan tujuan untuk memberdayakan potensi tenun ikat sebagai peluang pertumbuhan ekonomi mandiri dan melestarikan kearifan budaya lokal yang berkelanjutan. Dengan semangat menghidupkan kembali keaslian tenun ikat melalui proses buatan tangan secara tradisional, menggunakan bahan pewarna alami dari kulit kayu, dedaunan dan rempah-rempah akar kayu sehingga menjadi produk ramah lingkungan dan menjamin kesehatan kulit.

Hingga saat ini, sebanyak 105 penenun yang bekerja di Karaja Sumba merupakan ibu-ibu yang tinggal di daerah Sumba Barat. Dalam satu tahun, jumlah tenun yang diproduksi mencapai lebih dari 1.000 pcs. Pewarna yang digunakan adalah pewarna alami sehingga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan dan warna kain bisa lebih tahan lama. Motif yang digunakan merepresentasikan tentang hubungan harmonis manusia dengan alam semesta, adat istiadat, budaya dan perjuangan perempuan, seperti motif Umma Biha (rumah adat sacral), manu (ayam), Jara (kuda), Ata (aktifitas masyarakat lokal), Pu Yai (pohon), dll.

Pada tahun 2023, Krealogi berkesempatan mendampingi Karaja Sumba melalui program kolaborasi dengan Kemenkop UKM. Pendampingan yang diberikan meliputi kelembagaan usaha, inovasi produk, akses pasar, dan pembuatan marketing tools. Dari 11 SKU produk baru, sebanyak 8 SKU berhasil dibuat sampelnya oleh pengrajin Karaja, seperti coaster, placemat, sleeve folder, dan pillowbag.