Melalui kerjasama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati atau yang disingkat KEHATI, Krealogi melakukan pendampingan kepada komunitas Perempuan Perajin Bambu Subinana, yang berlokasi di Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Flores NTT. Adapun kendala yang dihadapi adalah komunitas hanya memproduksi produk yang sesuai dengan kebutuhan adat saja sehingga akses pasarnya hanya terbatas pada komunitas adat tertentu. Selain itu, pengembangan produk juga belum mencapai standar kualitas yang diinginkan pasar. Sehingga menyebabkan produk yang dihasilkan tidak terserap secara maksimal oleh pasar.

Melalui pendampingan yang dilakukan oleh Krealogi dengan pemberian pengetahuan dan pendampingan dari hulu ke hilir terkait manajemen rantai pasok usaha kriya kepada komunitas perajin di Desa Nginamanu dan membantu melakukan inovasi produk yang difokuskan dapat mengakses pasar hyperlocal. Program pendampingan yang berlangsung selama 4 bulan ini berhasil membuat 2 inovasi produk baru yaitu polibag bambu yang berhasil terjual sebanyak 2.000 pcs untuk memenuhi kebutuhan Yayasan Bambu Lestari dan testing pasar untuk produk pot bambu dan anyaman standing pouch bambu. Melalui program ini, Komunitas perempuan perajin Bambu Subinana dapat membantu komunitas dalam mengelola dan mengatur sumberdaya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan produksi kerajinan yang diminta oleh pasar. Sehingga, kedepannya komunitas dapat mengembangkan usahanya secara efektif dan efisien.