Antusias teman netra saat menjawab pertanyaan dari Fasilitator Lapangan Krealogi Husna Fadhillah dalam Program KUBIK Jago Digital. Program ini merupakan program lanjutan, kolaborasi Krealogi dengan NLR Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan kewirausahaan inklusif dan menciptakan akses yang setara bagi kelompok disabilitas terutama dalam mendapatkan pengetahuan usaha terkait pemasaran digital (Foto oleh: Krealogi).

Kesenjangan dalam akses terhadap kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas masih menjadi isu serius di Indonesia. Pada tahun 2022, hanya 47 persen dari total penyandang disabilitas usia produktif yang menjadi bagian dari angkatan kerja.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada SUSENAS 2020 mencatat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 28 juta atau 10 persen dari total penduduk, dengan mayoritas berada dalam usia produktif. Hal tersebut menandai bahwa tingkat pengangguran di kalangan penyandang disabilitas juga masih tinggi.

Padahal, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Bagian Keempat Pasal 53 telah menetapkan kuota pekerja disabilitas sebesar 2 persen di instansi pemerintah dan BUMN, serta 1 persen di perusahaan swasta.

Minimnya akses terhadap layanan pelatihan keterampilan dan lingkungan kerja yang inklusif membuat banyak penyandang disabilitas tidak siap memasuki dunia kerja. Selain itu, mereka masih belum sepenuhnya diterima di institusi pendidikan dan sering dianggap sebagai kelompok yang tidak produktif. Akibatnya, kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi mandiri dan berdaya pun semakin terbatas.

Tantangan tambahan muncul bagi penyandang disabilitas akibat kusta, di mana stigma berlapis sering kali diberikan kepada mereka karena penyakit dan kondisi disabilitas yang mereka miliki. Stigma tersebut dapat terus melekat seumur hidup, bahkan setelah mereka sembuh.

Di artikel kali ini, kami akan membahas lebih lanjut mengenai potensi pertumbuhan ekonomi dari kontribusi penyandang disabilitas serta pentingnya program pemberdayaan untuk memaksimalkan potensi mereka.

Potensi Berwirausaha Bagi Kelompok Penyandang Disabilitas

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah menunjukkan upaya dalam memberdayakan penyandang disabilitas melalui berbagai kebijakan dan program. Salah satu contohnya adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

Menurut laporan Indikator Pekerjaan Layak di Indonesia 2022 dari BPS, mayoritas pekerja disabilitas di Indonesia menjalankan wirausaha. Pada tahun 2022, proporsi pekerja disabilitas yang berstatus berusaha sendiri mencapai 0,81 persen dari total penduduk bekerja secara nasional. Data ini menunjukkan adanya dorongan yang kuat dari penyandang disabilitas untuk menciptakan peluang kerja mandiri sebagai solusi atas keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal.

Kontribusi Krealogi Melalui Program Wiramuda

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Krealogi meluncurkan Krealogi Wiramuda (Wirausaha Muda), yaitu sebuah program yang berfokus pada pengembangan kapasitas wirausaha di kalangan mahasiswa.

Program ini dirancang untuk memberikan pendidikan dan pelatihan yang komprehensif, membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dan pengetahuan yang diperlukan untuk memulai dan mengelola bisnis mereka sendiri.

Namun, penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam berwirausaha. Penyandang disabilitas sering kali tidak memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak, sehingga berdampak pada keterampilan dan kualifikasi mereka di pasar kerja.

Pentingnya Memberdayakan Kelompok Penyandang Disabilitas

Program pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan atau inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan pengetahuan individu atau kelompok agar mereka dapat mencapai kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Program pelatihan keterampilan dan wirausaha pun menjadi penting untuk digalakkan guna membantu penyandang disabilitas mengembangkan kemampuan dan kemandirian ekonomi. Saat ini, peran organisasi non-pemerintah (NGO) dan komunitas lokal sangat dibutuhkan dalam menyelenggarakan program pemberdayaan.

Banyak NGO telah fokus pada pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas dengan menyediakan pelatihan, pendampingan, dan akses modal usaha. Hal inilah yang dilakukan Krealogi bersama NLR Indonesia melalui program KUBIK, yang bertujuan untuk meningkatkan inklusivitas dalam program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.

Lebih lanjut, dukungan dari sektor swasta diperlukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Perusahaan diharapkan dapat memberikan kesempatan kerja yang adil bagi penyandang disabilitas serta menyesuaikan tempat kerja agar aksesibel bagi semua karyawan. Inisiatif seperti rekrutmen inklusif dan penyediaan fasilitas yang mendukung penyandang disabilitas akan sangat membantu dalam memperluas kesempatan kerja bagi kelompok ini.

Program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas juga menjadi penting karena berbagai alasan yang melibatkan aspek ekonomi, sosial, dan hak asasi manusia. Berikut beberapa alasan utama mengapa program pemberdayaan bagi kelompok ini penting untuk dilakukan:

  1. Mendorong Inklusivitas Ekonomi

    Program pemberdayaan dapat membantu penyandang disabilitas untuk memulai usaha kecil atau bekerja di bidang yang sesuai dengan kemampuan mereka, sehingga mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial dan meningkatkan kemandirian ekonominya.

  2. Meningkatkan Kemandirian

    Program pemberdayaan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan bagi penyandang disabilitas sehingga mereka mampu mandiri secara finansial dan sosial, serta membantu mereka berpartisipasi secara aktif dalam masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain.

  3. Menyediakan Akses ke Pendidikan dan Pelatihan

    Akses ke pendidikan inklusif dan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas dapat membantu meningkatkan peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai.

  4. Memperluas Jejaring dan Kesempatan Kerja

    Melalui pelatihan dan pendampingan, penyandang disabilitas dapat memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk memasuki pasar kerja. Penyelenggaraan program ini juga dapat bekerja sama dengan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas.

  5. Meningkatkan Kualitas Hidup

    Memberikan akses ke pelayanan kesehatan, teknologi bantu, dan infrastruktur yang mendukung kebutuhan khusus mereka. Ini dapat meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas untuk menjalani kehidupan yang produktif dan bermakna.

  6. Mendukung Penyetaraan Hak Asasi Manusia

    Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi penuh dalam semua aspek kehidupan masyarakat. Program pemberdayaan memastikan bahwa hak-hak mereka dihormati dan dipromosikan, sesuai dengan konvensi internasional seperti Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas (CRPD).

  7. Memberdayakan Komunitas Inklusif

    Memberdayakan penyandang disabilitas dapat membangun komunitas yang lebih inklusif dan beragam, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi hidup mereka dan komunitas.

Pentingnya Memberdayakan Kelompok Penyandang Disabilitas

NLR Indonesia adalah sebuah yayasan nirlaba dan non-pemerintah yang berfokus pada penanggulangan kusta dan konsekuensinya di Indonesia. Yayasan ini juga aktif mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas akibat kusta dan orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) melalui serangkaian program pelatihan dan pendampingan.

Salah satu peserta Program KUBIK Jago Digital di Kabupaten Manggarai, yang berlangsung pada tanggal 13 hingga 14 Mei 2024, aktif mengimplementasikan strategi pemasaran produk melalui media sosial. Mereka belajar bagaimana memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan eksposur produk mereka secara efektif. (Foto oleh: Krealogi)

Membangun ekosistem kewirausahaan yang inklusif sangat penting untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas. Berangkat dari tujuan tersebut, Krealogi dan NLR Indonesia berkolaborasi dalam menginisiasikan Program Pendampingan dan Pelatihan KUBIK (Kelompok Usaha dan Bisnis Inklusif) yang berfokus pada peningkatan produktivitas usaha peserta.

Pada Program Pendampingan dan Pelatihan KUBIK tahun 2023, terjadi peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil asesmen pra dan pasca program terkait dengan ketiga modul pelatihan berikut:

  • Stabil Secara Emosional Sebagai Pengusaha: 48,46%
  • Business Model Canvas: 48,71%
  • Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial: 35,93%

Melihat dampak signifikan yang dihasilkan oleh program ini, Krealogi bersama NLR Indonesia kembali melanjutkan Program Pelatihan dan Pendampingan KUBIK pada tahun 2024 dengan fokus membantu UMKM menghadapi tantangan di era digital.

Sebanyak 125 pemilik UMKM di dua lokasi aktif mengikuti program ini, yang terdiri dari kegiatan pelatihan offline selama dua hari dan pertemuan pendampingan pasca pelatihan secara hybrid.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendorong inklusivitas, program ini juga menjadi tempat bagi pengusaha dengan disabilitas untuk berkumpul dan berbagi pengalaman. Ini terlihat dari partisipasi 55 peserta dengan disabilitas dan 13 pengusaha yang memiliki anak disabilitas dari total peserta.

Hasil asesmen pasca pelatihan di kedua lokasi pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan digital peserta secara keseluruhan mencapai 41,45 persen, sehingga dapat dikategorikan sebagai hasil yang cukup baik.

Melalui keterlibatan Krealogi dalam sejumlah program pemberdayaan, kami sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan akan terus berkomitmen untuk mendorong ekonomi inklusif bagi wirausaha dan komunitas di Indonesia.

Jika Anda mencari mitra untuk mengimplementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan atau membantu penerapan ESG di Indonesia, silakan hubungi tim Krealogi dengan mengklik link berikut atau mengunjungi krealogi.com.

Untuk mengetahui dampak positif ESG yang telah dilakukan oleh Krealogi, Anda bisa membaca laporan ESG 2023 hasil kolaborasi kami bersama Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) di sini.

Anda juga dapat mengunduh profil perusahaan Krealogi dalam Bahasa Indonesia atau versi Bahasa Inggris.


Mari Bergerak Berdaya Bersama!