Manajer Kemitraan Krealogi Davit Manalu memaparkan ESG dan konsep bisnis berkelanjutan dalam Bootcamp Semangat, sebuah program yang bertujuan mengembangkan UMKM binaan SUI-SETC.. (Foto Oleh: Krealogi)
Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Lebih dari 99 persen dari unit usaha di Indonesia merupakan pelaku usaha mikro. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian Indonesia. UMKM berkontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, dan penggerak ekonomi domestik.
Namun, meskipun memiliki potensi yang besar, banyak UMKM masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan usaha, akses permodalan, dan penetrasi pasar. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas UMKM menjadi kebutuhan mendesak agar mereka mampu "naik kelas" dan bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi.
Oleh karena itu, dalam artikel ini, Krealogi akan membahas lebih detail tentang potensi UMKM Indonesia dan pentingnya bagi mereka untuk "naik kelas."
Apa Itu UMKM Naik Kelas?
UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) naik kelas berarti meningkatkan kualitas produk, efisiensi, dan strategi pemasaran. Tujuannya adalah agar UMKM dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk sebuah UMKM bisa dikatakan naik kelas, di antaranya:
- Produktivitas:
Meningkatkan kapasitas dan kinerja usaha.
- Akses Modal:
Mengubah sumber modal dari informal menjadi formal.
- Intervensi Pemerintah:
Berhasil lulus dari program bantuan pemerintah.
UMKM yang berhasil naik kelas akan lebih siap menghadapi tantangan global, seperti persaingan internasional dan perkembangan teknologi. Dengan peningkatan kelas, UMKM dapat memproduksi barang dan jasa dengan kualitas yang lebih baik. Mereka juga dapat memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi melalui inovasi dan teknologi. Dampak positifnya mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat, penerimaan pajak yang lebih tinggi, dan pembangunan ekonomi yang lebih merata.
Meskipun memiliki potensi besar, perjalanan menuju peningkatan kelas tidaklah mudah. Banyak UMKM menghadapi tantangan yang menghambat pertumbuhan mereka. Salah satu tantangan terbesar adalah akses modal. Banyak UMKM kesulitan mendapatkan pembiayaan formal karena keterbatasan jaminan dan kurangnya literasi keuangan.
Selain itu, rendahnya penggunaan teknologi menjadi hambatan utama bagi UMKM dalam bersaing di era digital. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, banyak UMKM belum memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pemasaran. Transformasi digital ini menjadi tantangan besar, terutama bagi UMKM di daerah terpencil yang minim infrastruktur internet.
Mengapa Penting untuk Meningkatkan Kapasitas UMKM Agar Mampu Naik Kelas?
Pemerintah perlu untuk terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas. Hal ini penting karena UMKM merupakan salah satu penopang ekonomi nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 99 persen dari total unit usaha di Indonesia.
UMKM juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, mencapai 61 persen pada tahun 2023. Selain itu, sektor ini menyerap hampir 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia.
Apabila suatu UMKM dapat naik kelas, terdapat berbagai macam keuntungan atau manfaat yang dapat mereka rasakan langsung, antara lain:
- Pertumbuhan Pendapatan
Salah satu manfaat utama dari UMKM yang naik kelas adalah potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi. Dengan meningkatkan kualitas produk atau layanan, efisiensi operasional, dan strategi pemasaran yang lebih baik, UMKM dapat menarik lebih banyak pelanggan. Peningkatan jumlah pelanggan ini tentunya akan selaras dengan peningkatan volume penjualan dan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar.
- Keberlanjutan Usaha
UMKM naik kelas membantu meningkatkan keberlanjutan bisnis dengan efisiensi operasional yang lebih baik dan pengelolaan sumber daya yang efektif. Hal ini mengurangi biaya produksi dan meningkatkan profitabilitas, sehingga usaha dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Keberlanjutan usaha adalah kunci untuk membangun fondasi yang kuat dan menghadapi tantangan bisnis di masa depan.
- Akses ke Pasar yang Lebih Luas
UMKM naik kelas membuka akses ke pasar yang lebih luas. Dengan meningkatkan kualitas produk atau layanan, UMKM dapat menarik minat konsumen di luar pasar lokal. Strategi pemasaran yang baik dan merek yang kuat juga membantu UMKM memperluas jangkauan dan menjangkau pelanggan baru. Dengan akses yang lebih luas, UMKM dapat meningkatkan pangsa pasar dan menghadapi persaingan dengan lebih baik.
- Meningkatkan Citra dan Kepercayaan Pelanggan
Ketika UMKM berangsur mengalami naik kelas, mereka akan fokus pada peningkatan kualitas produk atau layanan. Hal ini membantu membangun citra yang lebih baik di mata pelanggan dan meningkatkan kepercayaan serta hubungan jangka panjang. Pelanggan cenderung memilih bisnis dengan kualitas baik dan reputasi solid.
Untuk itu, peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas menjadi bagian terpenting dalam memastikan keterlibatan mereka dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
INOTEK dan Krealogi Dorong UMKM Naik Kelas dalam Bootcamp Semangat
SMEs Market Acceleration & Global Access Tap-In (Semangat) adalah program pengembangan komunitas binaan SUI-SETC yang bertujuan memberdayakan UKM dalam memperluas akses pasar dan mewujudkan UKM naik kelas. Program Semangat terdiri dari dua subprogram: UKM Kolaborator dan UKM Champion.
Setelah mengikuti pelatihan selama dua bulan, tahap selanjutnya adalah kurasi untuk 30 UKM Champion dan 10 UKM Kolaborator guna memperkuat kesiapan mereka memasuki pasar retail. Seleksi dilakukan dengan metode yang berbeda untuk UKM Kolaborator dan UKM Champion. Setelah seleksi selesai, UKM yang terpilih akan memasuki tahap berikutnya, yaitu Bootcamp Semangat.
Bootcamp Semangat tersebut dilaksanakan selama 3 hari dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya. Dalam kesempatan ini, Manajer Kemitraan Krealogi Davit Manalu, turut hadir sebagai narasumber dan memaparkan pengetahuan tentang ESG serta penerapan bisnis berkelanjutan untuk mendukung keberlangsungan bisnis.
Krealogi sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan berkomitmen dalam memberdayakan UMKM berbasis komunitas dengan menyediakan sejumlah dukungan. Adapun dukungan dari Krealogi, meliputi:
- Peningkatan Akses Pasar
- Konsolidasi Muatan Logistik
- Penyediaan Modul Bisnis
- Konsultasi Bisnis
- Program Pelatihan dan Pendampingan
Melalui Bootcamp Semangat ini, diharapkan UMKM Binaan dapat meningkatkan produktivitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar mereka.
Jika Anda mencari mitra untuk mengimplementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan atau membantu penerapan ESG di Indonesia, silakan hubungi tim Krealogi dengan mengklik link berikut atau mengunjungi krealogi.com.
Untuk mengetahui dampak positif ESG yang telah dilakukan oleh Krealogi, Anda bisa membaca laporan ESG 2023 hasil kolaborasi kami bersama Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) di sini.
Anda juga dapat mengunduh profil perusahaan Krealogi dalam Bahasa Indonesia atau versi Bahasa Inggris.
Mari Bergerak Berdaya Bersama!
