Sejumlah peserta program Selaras (Semangat Belajar Literasi Keuangan Digital Bersama) di Jayapura belajar mengoperasikan aplikasi Krealogi untuk pencatatan uang dan QRIS untuk pembayaran digital. Antusiasme peserta terlihat dalam semangat mereka untuk memahami teknologi baru dan menerapkannya dalam bisnis mereka. (Foto oleh: Krealogi)

Partisipasi perempuan Indonesia dalam bidang ekonomi telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam 3 tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Skor Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) terus meningkat sejak tahun 2021, mencapai puncaknya pada tahun 2023.

Skor ini terus meningkat secara konsisten, mencapai 76,26 pada tahun 2021, 76,59 pada tahun 2022 (naik 0,91 poin), dan 76,90 pada tahun 2023 (naik 0,40 poin). Berdasarkan analisis dengan rentang skor 0-100 poin, IDG tahun 2023 termasuk dalam kategori tinggi (60≤IDG≤80).

Peningkatan ini menunjukkan bahwa kontribusi perempuan dalam pertumbuhan ekonomi semakin diakui, dengan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) mengukur keterwakilan di parlemen, partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan distribusi pendapatan.

Pembangunan berkelanjutan adalah aspek krusial bagi masyarakat modern, namun peran perempuan dalam proses ini sering kali terabaikan. Artikel ini akan mengeksplorasi peran penting perempuan dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk keterlibatan mereka dalam menciptakan ekonomi yang berkelanjutan.

Keterlibatan Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan

Perempuan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian, baik melalui partisipasi dalam angkatan kerja formal maupun informal. Dalam sektor pertanian, misalnya, perempuan seringkali menjadi penggerak utama di balik produksi pangan. Di sektor bisnis, semakin banyak perempuan yang mengambil peran sebagai pengusaha dan pemimpin perusahaan.

Melibatkan perempuan dalam mendorong peningkatan ekonomi dapat memberikan sejumlah manfaat:

  • Peningkatan Produktivitas

    Studi menunjukkan bahwa perusahaan dengan keseimbangan gender yang baik di tingkat manajemen memiliki kinerja yang lebih baik.

  • Diversifikasi Ekonomi

    Partisipasi perempuan dalam berbagai sektor ekonomi membantu diversifikasi dan stabilitas ekonomi.

  • Pengentasan Kemiskinan

    Keterlibatan perempuan dalam ekonomi keluarga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga dan mengurangi kemiskinan.

Keterlibatan perempuan juga sangat penting dalam pembangunan sosial. Perempuan seringkali menjadi penggerak utama dalam inisiatif kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan komunitas. Berikut adalah peran perempuan dalam aspek sosial.

  • Kesehatan

    Perempuan sebagai ibu dan pengasuh memainkan peran sentral dalam kesehatan keluarga dan komunitas. Mereka seringkali menjadi pelopor dalam kampanye kesehatan dan gizi.

  • Pendidikan

    Pendidikan perempuan memiliki dampak ganda, tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu tetapi juga membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat luas. Anak-anak dari ibu yang berpendidikan cenderung memiliki tingkat pendidikan dan kesehatan yang lebih tinggi.

  • Kesejahteraan Komunitas

    Perempuan sering memimpin inisiatif sosial di komunitas mereka, mulai dari kegiatan gotong royong hingga program bantuan sosial.

Dalam hal lingkungan, perempuan sering berada di garis depan dalam upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya alam. Peran perempuan dalam menjaga lingkungan sangat penting, terutama di daerah pedesaan di mana mereka sering bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya rumah tangga seperti air dan kayu bakar. Berikut adalah kontribusi perempuan terhadap lingkungan.

  • Pelestarian Lingkungan

    Perempuan sering memimpin proyek pelestarian lingkungan, termasuk reboisasi dan pengelolaan sampah.

  • Pengelolaan Sumber Daya

    Di banyak komunitas, perempuan bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya alam, sehingga keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan lingkungan sangat penting.

  • Edukasi Lingkungan

    Perempuan juga berperan dalam mendidik anak-anak dan komunitas tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Tantangan dan Hambatan Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan

Meskipun perempuan memiliki potensi besar dalam pembangunan berkelanjutan, mereka masih menghadapi berbagai hambatan, termasuk diskriminasi gender, akses yang terbatas terhadap pendidikan dan sumber daya, serta kurangnya partisipasi dalam pengambilan keputusan.

Adapun hambatan utama yang dihadapi oleh perempuan, yaitu:

  • Diskriminasi Gender

    Perempuan sering menghadapi diskriminasi dalam akses ke pekerjaan, pendidikan, dan layanan kesehatan.

  • Akses Terbatas ke Sumber Daya

    Perempuan sering kali memiliki akses yang terbatas terhadap sumber daya seperti lahan, kredit, dan teknologi.

  • Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan

    Perempuan seringkali tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, baik di tingkat komunitas maupun nasional.

Solusi untuk Meningkatkan Keterlibatan Perempuan

Strategi yang dapat dilakukan untuk memberdayakan perempuan, adalah sebagai berikut:

  • Kebijakan Inklusif

    Pemerintah dan organisasi perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

  • Program Pemberdayaan

    Program-program yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pendidikan, dan akses perempuan terhadap sumber daya perlu ditingkatkan.

  • Perubahan Sosial

    Perlu adanya upaya untuk mengubah norma sosial dan budaya yang menghambat keterlibatan perempuan dalam pembangunan.

Bagaimana Krealogi Mendukung Keterlibatan Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan

Fasilitator dari Krealogi sedang mengisi program pelatihan Selaras (Semangat Belajar Literasi Keuangan Digital Bersama) di mana menyoroti pentingnya digitalisasi bagi wirausaha. Program ini berhasil meningkatkan literasi digital bagi 150 wanita dengan mendigitalisasi 500 pesanan, yang bertujuan untuk mendorong ekonomi inklusif berbasis digital. (Foto oleh: Krealogi)

Di Krealogi, kami menyadari pentingnya peran perempuan dalam kewirausahaan. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan agar dapat berpartisipasi aktif dalam dunia usaha tanpa harus meninggalkan tanggung jawab mereka di rumah. Program-program kami dirancang untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses ke sumber daya yang diperlukan agar perempuan dapat mengembangkan keterampilan kewirausahaan mereka.

Kami percaya bahwa dengan memberdayakan perempuan, tidak hanya mereka yang akan meraih manfaat, tetapi juga komunitas mereka secara keseluruhan. Kemandirian finansial yang diperoleh dari kewirausahaan memungkinkan perempuan untuk lebih berkontribusi terhadap perekonomian keluarga dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Melalui berbagai inisiatif di Krealogi, kami terus berupaya untuk mendukung perempuan dalam perjalanan mereka menuju kemandirian dan kesuksesan. Kami mendorong mereka untuk mengembangkan usaha mereka dengan bantuan teknologi dan inovasi, serta memberikan ruang bagi mereka untuk berkolaborasi dan saling mendukung dalam komunitas wirausaha perempuan.

Dengan pendekatan ini, kami berharap dapat melihat lebih banyak perempuan yang berhasil menjalankan bisnis mereka sendiri, sambil tetap menjalankan peran mereka sebagai ibu rumah tangga yang tangguh. Kami percaya bahwa dengan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dalam kewirausahaan, kita dapat mencapai pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Jika Anda mencari mitra untuk mengimplementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan atau membantu penerapan ESG di Indonesia, silakan hubungi tim Krealogi dengan mengklik link berikut atau mengunjungi krealogi.com.

Untuk mengetahui dampak positif ESG yang telah dilakukan oleh Krealogi, Anda bisa membaca laporan ESG 2023 hasil kolaborasi kami bersama Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) di sini.

Anda juga dapat mengunduh profil perusahaan Krealogi dalam Bahasa Indonesia atau versi Bahasa Inggris.


Mari Bergerak Berdaya Bersama!