Pendiri Du Anyam dan Direktur Krealogi Azalea Ayuningtyas membahas strategi untuk mengatasi tantangan inklusi keuangan dalam acara The Big Idea Forum - No One Left Behind: Ensuring Financial Inclusion in Indonesia yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia. (Foto oleh: CNN Indonesia)
Tantangan utama dalam proses inklusi keuangan adalah keterbatasan akses untuk menyediakan layanan keuangan di daerah terpencil dan pedesaan. Hal ini sering kali mengakibatkan kurangnya kehadiran institusi perbankan dan penyedia layanan keuangan di luar pusat-pusat perkotaan.
Indonesia juga menghadapi ketimpangan gender dan sosial-ekonomi. Perempuan dan kelompok berpendapatan rendah sering mengalami tingkat eksklusi keuangan yang lebih tinggi akibat norma sosial, keterbatasan otonomi finansial, dan kurangnya produk keuangan yang sesuai.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan indeks literasi keuangan laki-laki, yakni masing-masing sebesar 66,75 persen dan 64,14 persen. Indeks inklusi keuangan perempuan juga lebih tinggi dibandingkan dengan indeks inklusi keuangan laki-laki, yakni masing-masing 76,08 persen dan 73,97 persen.
Selain berdasarkan gender, pada survei ini juga mengukur inklusi keuangan penduduk Indonesia berdasarkan wilayah tempat tinggalnya. Dari hasil SNLIK 2024 tersebut didapatkan hasil bahwa indeks literasi dan inklusi keuangan wilayah perkotaan masing-masing sebesar 69,71 persen dan 78,41 persen, lebih tinggi dibandingkan di wilayah perdesaan yakni masing-masing sebesar 59,25 persen dan 70,13 persen.
Dari kedua data tersebut dapat menjadi tolak ukur bagi pemerintah bahwa masih terjadi ketimpangan terkait literasi dan inklusi keuangan baik secara gender maupun wilayah tempat tinggal. Hal ini tentu menjadi masalah bersama yang harus diselesaikan oleh semua pihak agar penduduk Indonesia memiliki literasi dan inklusi keuangan yang merata tidak peduli apapun gender maupun wilayah tempat tinggalnya.
The Big Idea Forum 2024 oleh CNN Indonesia
The Big Idea Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia adalah acara prestisius yang menyatukan para pembuat kebijakan dari Indonesia dan luar negeri untuk membahas strategi dalam mengatasi hambatan-hambatan terkait transformasi digital.
Acara ini memfasilitasi diskusi dan pertukaran informasi mengenai arah transformasi digital serta berfokus pada identifikasi dan pengembangan ide inovatif untuk mendukung perkembangan ekonomi dan sosial di suatu negara.
Sesi foto bersama para pemangku kepentingan, pakar, dan pelaku industri, termasuk: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) Teten Masduki, Anggota Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama Tony Blair Institute for Global Change Jalil Rasheed, Partner di Oliver Wyman Indonesia Erik Koenen, Pendiri Du Anyam & Direktur Krealogi Azalea Ayuningtyas, dan Co-Founder Du Anyam sekaligus Direktur Komunitas & Kemitraan Krealogi Hanna Keraf. (Foto oleh: CNN Indonesia)
Pada episode kali ini, The Big Idea Forum mengusung tema “No One Left Behind: Ensuring Financial Inclusion in Indonesia”. Acara ini berlangsung pada 6 Agustus lalu dan menghadirkan kembali Pendiri Du Anyam dan Direktur Krealogi Azalea Ayuningtyas untuk membahas strategi yang perlu diterapkan dalam mengatasi tantangan inklusi keuangan di Indonesia.
Tantangan utama yang saat ini menghambat peningkatan inklusi keuangan adalah ketidakbersediaan usaha mikro untuk naik kelas. Banyak usaha mikro yang belum siap atau enggan untuk beralih ke tingkat yang lebih tinggi karena mereka umumnya menjalankan usaha hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sehari-hari.
“Dalam banyak kesempatan, kami mencoba menginkubasi mereka, tetapi mereka sering enggan naik kelas karena merasa usaha mereka hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sehari-hari. Selain itu, UMKM kita biasanya tidak terhubung dengan rantai pasokan dan bahan baku, serta produk yang hampir serupa, yang membuat situasi semakin sulit,” terang Menteri KemenkopUKM Teten Masduki dalam acara The Big Idea Forum pada Selasa (06/08/2024).
Kerja sama dengan start-up melalui program inkubator adalah bagian dari upaya untuk mengagregasi ekonomi pelaku UMKM di Indonesia. Selain itu, business matching dilakukan untuk meningkatkan akses pembiayaan dan menghubungkan UMKM dengan hasil riset terbukti sebagai strategi penting dalam meningkatkan inklusi keuangan.
Integrasi Peningkatan Inklusi Keuangan dalam Program Inkubasi Krealogi
Krealogi sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan berkomitmen untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui serangkaian program strategis yang dirancang untuk mendukung dan memberdayakan pelaku UMKM. Program-program ini bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan, memperkuat kapasitas bisnis, dan mendorong perkembangan ekonomi yang inklusif.
- Program Inkubasi UMKM
Program inkubasi UMKM Krealogi berfokus pada membantu usaha mikro dan kecil untuk "naik kelas". Dengan memaksimalkan potensi bisnis melalui pendampingan dan bimbingan intensif, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas UMKM sehingga mereka dapat mengakses layanan keuangan yang lebih baik dan berkembang.
- Program Krealogi Wirausaha Muda (Wiramuda)
Program Krealogi Wirausaha Muda (Wiramuda) merupakan inisiatif untuk menumbuhkan karakter kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Program ini dirancang untuk membentuk pola pikir bisnis sejak dini, dengan tujuan menciptakan generasi pengusaha yang inovatif dan berkelanjutan. Krealogi Wiramuda menawarkan pelatihan kewirausahaan, workshop, dan mentoring yang berfokus pada keterampilan praktis serta strategi bisnis berkelanjutan.
Dengan mengintegrasikan kedua program ini, Krealogi berupaya mengatasi tantangan inklusi keuangan dengan memberikan dukungan menyeluruh kepada UMKM dan calon pengusaha.
Jika Anda mencari mitra untuk mengimplementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan atau membantu penerapan ESG di Indonesia, silakan hubungi tim Krealogi dengan mengklik link berikut atau mengunjungi krealogi.com.
Untuk mengetahui dampak positif ESG yang telah dilakukan oleh Krealogi, Anda bisa membaca laporan ESG 2023 hasil kolaborasi kami bersama Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) di sini.
Anda juga dapat mengunduh profil perusahaan Krealogi dalam Bahasa Indonesia atau versi Bahasa Inggris.
Mari Bergerak Berdaya Bersama!

