Dalam dunia bisnis dan kewirausahaan, istilah inovasi seringkali muncul sebagai kata kunci penting. Inovasi biasanya dikaitkan dengan pengembangan produk baru, teknologi canggih, dan strategi bisnis yang revolusioner.

Namun, ada konsep lain yang semakin mendapat perhatian, yaitu inovasi sosial. Meskipun keduanya berhubungan dengan penciptaan nilai baru, inovasi dan inovasi sosial memiliki fokus dan tujuan yang berbeda.

Inovasi, dalam konteks bisnis, merujuk pada pengenalan atau penerapan ide, produk, layanan, atau proses baru yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, atau keuntungan. Inovasi dapat berupa perbaikan teknologi, pengembangan produk baru, atau peningkatan proses bisnis yang ada. Fokus utama inovasi adalah menciptakan nilai ekonomi dan keunggulan kompetitif di pasar.

Inovasi sosial, di sisi lain, berfokus pada penciptaan solusi baru untuk masalah sosial yang kompleks. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam penerapannya, inovasi sosial melibatkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi non-profit, komunitas, dan sektor swasta, untuk menghasilkan perubahan positif yang berdampak luas.

Beberapa contoh inovasi sosial meliputi:

  • Pemberdayaan Masyarakat: Program pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok marginal.
  • Teknologi untuk Kebaikan: Penggunaan teknologi informasi untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat pedesaan.
  • Sistem Pendidikan Alternatif: Pengembangan metode pendidikan non-formal yang lebih adaptif terhadap kebutuhan anak-anak di daerah terpencil.

Penerapan Inovasi Sosial oleh Krealogi

Sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan di Indonesia, Krealogi telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan inovasi sosial melalui berbagai program pemberdayaan wirausaha.

Berbagai inisiatif yang dilakukan oleh Krealogi tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga pada pengembangan kapabilitas individu dan kelompok dalam masyarakat.

Dampak Sosial yang Lebih Luas Melalui Social Investment Roundtable Discussion ke-66

Krealogi berkomitmen untuk memberikan dampak yang lebih luas dengan berbagai cara, dimana salah satunya adalah dengan berpartisipasi dalam berbagai acara sebagai narasumber, seperti yang dilakukan Manajer Kemitraan Krealogi Davit Manalu yang akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya di acara Social Investment Roundtable Discussion (SIRD) ke-66 yang diselenggarakan oleh Social Investment Indonesia pada Jumat, 5 Juli 2024 mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Kali ini, tema yang diangkat adalah “Social Innovation Matters: Creativity + Collaboration”, dimana diskusi akan berfokus pada inovasi sosial yang dianggap relevan dalam mengatasi wicked problems atau masalah yang kompleks dan saling terkait.

Adapun tujuan dari acara ini meliputi:

  • Membahas pentingnya inovasi sosial bagi social enterprise
  • Mengemukakan kontribusi dan dampak inovasi sosial dalam kewirausahaan
  • Membahas upaya kreativitas dan kolaborasi perusahaan dalam memberikan dampak besar bagi masyarakat

Untuk informasi lebih lanjut terkait acara, silakan klik link ini atau Anda dapat langsung mendaftarkan diri di sini.

Krealogi berharap, acara semacam ini dapat mendorong kreativitas dan kolaborasi yang menghasilkan perubahan besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.


Ingin berkolaborasi? Kunjungi krealogi.com/link untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar program kemitraan.

Mari Bergerak Berdaya Bersama!