Seorang ibu pengrajin batik sedang melukis di atas kanvas miliknya. Momen tersebut diabadikan dengan indah oleh M. Jeffry Hanafiah asal Yogyakarta, salah satu peserta kontes foto Amartha. (Foto oleh: Amartha/M. Jeffry Hanafiah)

UMKM Indonesia menghadapi berbagai jenis tantangan yang cukup kompleks. Menurut Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) tahun 2023, terdapat empat tantangan yang banyak dihadapi oleh UKM Indonesia, yaitu mempertahankan UMKM dalam ekosistem digital, meningkatkan kualitas & produktivitas UMKM, memperluas akses keuangan bagi UMKM, serta kesadaran menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mengatasi permasalahan maupun tantangan UMKM diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, baik pemerintahan maupun swasta. Hal inilah yang tercermin dalam kolaborasi antara Amartha dan Krealogi untuk meningkatkan kapasitas UMKM binaan melalui program-program pendampingan.

Tantangan yang Dihadapi UMKM Hingga Saat Ini

Tantangan yang akan dihadapi oleh para UMKM akan semakin banyak seiring dengan perkembangan teknologi dan persaingan pasar. Menurut survei dari World Economic Forum (WEF) tahun 2022, mayoritas UKM di skala global merasa tantangan terbesar mereka saat ini adalah mempertahankan usaha dan ekspansi bisnis (67%). Tidak hanya sampai disitu, UKM di skala global juga menghadapi tantangan lainnya antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia (48%), menguatkan budaya perusahaan (34%), serta pemanfaatan teknologi dan inovasi (25%).

Secara garis besar, UMKM kerap menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi kelangsungan dan pertumbuhan usaha mereka. Berikut beberapa tantangan umum yang sering dihadapi oleh UMKM.

  • Akses Pembiayaan

    UMKM sering kali menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses ke pembiayaan atau kredit dari lembaga keuangan. Banyak yang tidak memiliki agunan atau riwayat kredit yang cukup, sehingga sulit untuk mendapatkan modal yang diperlukan untuk ekspansi atau pengembangan.

  • Manajemen Keuangan

    Banyak UMKM mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan mereka, termasuk perencanaan anggaran, pengendalian biaya, dan pencatatan akuntansi. Manajemen keuangan yang buruk dapat menyebabkan masalah likuiditas dan kesulitan dalam operasional.

  • Keterampilan Manajerial

    Keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang terbatas dapat menghambat pengembangan UMKM. Banyak pemilik UMKM mungkin memiliki keterampilan teknis tetapi kurang dalam manajemen strategis dan pengembangan bisnis.

  • Teknologi dan Digitalisasi

    Banyak UMKM belum sepenuhnya mengadopsi teknologi dan digitalisasi dalam operasional mereka. Hal ini bisa menghambat efisiensi, produktivitas, dan kemampuan untuk bersaing di pasar yang semakin digital.

  • Inovasi dan Pengembangan Produk

    Terbatasnya sumber daya untuk penelitian dan pengembangan dapat menghambat kemampuan UMKM untuk berinovasi dan mengikuti perkembangan tren pasar.

Oleh karena itu, pendampingan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu solusi krusial untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut. Sebab, UMKM tidak hanya berperan dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan inklusivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata.

Mendukung Peningkatan Kapasitas UMKM melalui Pembinaan dan Program Pemberdayaan

Amartha bekerjasama dengan Krealogi melalui Program Corporate Souvenir 2024 untuk mengembangkan program pembinaan bagi UMKM binaan dengan tujuan agar mereka dapat bersaing di pasar global dan meningkatkan kapasitas mereka.

Dalam kemitraan ini, Amartha berperan memberikan akses pasar dengan memilih produk UMKM binaan sebagai souvenir untuk kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Amartha. Sementara itu, Krealogi memiliki sejumlah peran, di antaranya:

  • Kurasi Produk UMKM Binaan Amartha
  • Pendampingan Produksi Produk
  • Pembuatan dan Penyediaan Marketing Tools
  • Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Bisnis

Salah satu UMKM binaan yang merasakan program pendampingan ini adalah Asifa Bag, yaitu UMKM yang membuat souvenir-souvenir untuk acara lokal. Berkat program ini, Asifa Bag dapat memperkenalkan produk baru yang lebih menarik dan inovatif sehingga mereka mendapatkan atensi dari pasar yang lebih luas lagi.

Kolaborasi antara berbagai pihak dalam pemberdayaan UMKM sangat penting karena dapat menggabungkan keahlian, sumber daya, dan jaringan yang berbeda untuk menciptakan dampak yang lebih besar. Dengan adanya kerjasama antara Amartha dan Krealogi, UMKM binaan tidak hanya mendapatkan akses ke pasar dan alat pemasaran yang diperlukan, tetapi juga memperoleh bimbingan langsung dalam produksi dan manajemen bisnis.

Sinergi antara berbagai pihak juga mempercepat proses pembelajaran dan adaptasi UMKM terhadap perubahan pasar, memastikan bahwa mereka dapat berkembang secara berkelanjutan dan berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian.

Jika Anda mencari mitra untuk mengimplementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan atau membantu penerapan ESG di Indonesia, silakan hubungi tim Krealogi dengan mengklik link berikut atau mengunjungi krealogi.com.

Untuk mengetahui dampak positif ESG yang telah dilakukan oleh Krealogi, Anda bisa membaca laporan ESG 2023 hasil kolaborasi kami bersama Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) di sini.

Anda juga dapat mengunduh profil perusahaan Krealogi dalam Bahasa Indonesia atau versi Bahasa Inggris.


Mari Bergerak Berdaya Bersama!