Ribuan pencari kerja memadati area Job Fair yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja Bekasi di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat. (Foto oleh: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Dalam menghadapi tantangan kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi di Indonesia, potensi kewirausahaan semakin menarik untuk dieksplorasi.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2023, angka kemiskinan nasional masih mencapai 9,36 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih jauh dari target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yaitu 6,5 – 7,5 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2024 juga tercatat sebesar 4,82% dengan angka pengangguran yang mencapai 7,2 juta. Meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki tingkat pengangguran yang belum ideal.

Pengangguran terbuka yang dimaksud merujuk kepada individu yang tidak memiliki pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan usaha, atau belum mulai bekerja meskipun sudah memiliki pekerjaan. Kelompok pengangguran ini memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang dalam pengembangan kewirausahaan.

Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai potensi dan peluang kewirausahaan sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran di Indonesia.

Kenapa Harus Berwirausaha?

Faktor utama yang menyebabkan tingginya angka pengangguran adalah penurunan lapangan kerja di sektor formal.

Hasil survei konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa ketersediaan lapangan kerja mengalami penurunan pada Juni 2024, yang mencatat angka 106,8. Angka ini turun sebesar 6,8 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 113,6.

Penurunan ini jelas menunjukkan bahwa kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di sektor formal semakin sulit. Sebagai respons terhadap kondisi ini, berwirausaha menjadi solusi yang dapat diambil bagi mereka yang tidak bekerja untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Peluang Kewirausahaan dalam Mengatasi Pengangguran

Peluang kewirausahaan dalam mengatasi pengangguran dapat tercipta melalui inovasi, kreativitas, dan ketangguhan dalam menjawab tantangan pasar tenaga kerja yang sulit.

Kewirausahaan merujuk pada proses menciptakan dan mengelola sebuah bisnis dengan menghadapi risiko dengan harapan mendapatkan keuntungan. Kewirausahaan memainkan peran penting dalam mengatasi masalah pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan membangun ekosistem bisnis yang kuat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2024 ada sekitar 56,56 juta orang yang berwirausaha di Indonesia. Angka ini setara dengan 37,86% dari angkatan kerja nasional yang totalnya 149,38 juta orang. Populasi wirausaha Indonesia mayoritasnya masuk kategori pemula dengan jumlah 51,55 juta orang (34,51% dari total angkatan kerja).

Namun, tingkat kewirausahaan di Indonesia sendiri masih tergolong rendah yaitu berkisar 3,47% dari total penduduk. Oleh karena itu, pertumbuhan usaha kecil dan menengah serta pekerja mandiri harus terus didorong karena mampu berkontribusi dalam mengurangi pengangguran dan merangsang pertumbuhan ekonomi.

Terdapat beberapa sektor kewirausahaan yang dapat dicoba dan memiliki potensi untuk berkembang di Indonesia, antara lain:

  • Pertanian: Bisnis pertanian melibatkan kegiatan bercocok tanam dan memanfaatkan lahan untuk menghasilkan tanaman. Contoh usaha di bidang pertanian meliputi perkebunan jeruk, kopi, kelapa sawit, serta budidaya tanaman hias dan sayuran hidroponik
  • Peternakan: Usaha peternakan mencakup pemeliharaan hewan ternak untuk dikonsumsi. Contoh usaha ternak meliputi ayam potong, kambing, sapi, bebek, dan kelinci.
  • Perikanan: Sektor perikanan terbagi menjadi perikanan air tawar dan perikanan air laut. Contoh usaha perikanan meliputi budidaya ikan gurame, lele, ikan hias, serta komoditas perikanan air laut tangkap seperti ikan tuna dan cakalang.
  • Kriya: Usaha kriya melibatkan pembuatan produk kerajinan tangan seperti anyaman, batik, ukiran, dan tenun. Produk kriya tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga berpotensi besar untuk diekspor.
  • Olahan Makanan dan Minuman: Usaha di bidang ini mencakup produksi dan pengolahan makanan dan minuman seperti kue, keripik, minuman tradisional, serta makanan siap saji. Produk olahan makanan dan minuman memiliki pasar yang luas dan permintaan yang terus meningkat, baik di dalam negeri maupun untuk ekspor.

Dengan mendorong inovasi dan ketangguhan untuk menghadapi tantangan pasar tenaga kerja yang kompleks, kewirausahaan dapat menjadi solusi dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat Indonesia.

Solusi dan Dukungan yang Dibutuhkan dari Pemerintah dan Pihak Swasta

Untuk mengembangkan kewirausahaan sebagai solusi mengatasi angka pengangguran, dukungan dari pemerintah dan pihak swasta sangat diperlukan. Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui kebijakan yang mendukung iklim usaha, seperti penyederhanaan perizinan usaha, penyediaan akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau, serta program pelatihan kewirausahaan yang berbasis kompetensi.

Selain itu, pemerintah juga dapat memperkuat infrastruktur digital untuk mendukung transformasi digital UMKM dan menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan bisnis baru. Dukungan dalam bentuk insentif pajak bagi usaha rintisan dan pembiayaan modal ventura juga dapat menjadi stimulus yang efektif.

Di sisi lain, sektor swasta dapat berperan dengan menyediakan pendampingan, mentoring, dan pelatihan kewirausahaan. Melalui kemitraan strategis, perusahaan swasta dapat membantu memperluas akses pasar bagi produk UMKM dan mendorong inovasi dalam proses produksi. Investasi dalam program inkubasi dan akselerasi startup juga bisa menjadi langkah konkret untuk mendorong pertumbuhan usaha baru.

Peran Krealogi sebagai Penggerak Ekosistem Kewirausahaan

Krealogi berperan penggerak ekosistem kewirausahaan yang menyediakan jasa sebagai fasilitator dan inkubator wirausaha yang mendukung implementasi kewirausahaan di Indonesia.

Sebagai fasilitator, Krealogi menyediakan platform yang mempertemukan wirausaha dengan berbagai sumber daya yang dibutuhkan, termasuk akses ke pelatihan, pendanaan, dan jaringan bisnis.

Sebagai inkubator, Krealogi membantu wirausaha dalam fase awal pengembangan bisnis melalui program pendampingan yang komprehensif. Program ini mencakup pembinaan bisnis, pengembangan produk, pemasaran, serta manajemen keuangan. Dengan fokus pada pemberdayaan wirausaha perempuan dan komunitas marjinal, Krealogi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.

Krealogi juga berperan aktif dalam mengadvokasi kebijakan yang mendukung perkembangan usaha mikro kecil dan menengah dengan berkolaborasi bersama pemerintah serta pihak swasta untuk mengatasi tantangan yang dihadapi wirausaha di Indonesia. Melalui pendekatan holistik ini, Krealogi berharap dapat membantu menurunkan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Jika Anda mencari mitra untuk mengimplementasi program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan atau membantu penerapan ESG di Indonesia, silakan hubungi tim Krealogi dengan mengklik link berikut atau mengunjungi krealogi.com.

Untuk mengetahui dampak positif ESG yang telah dilakukan oleh Krealogi, Anda bisa membaca laporan ESG 2023 hasil kolaborasi kami bersama Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) di sini.

Anda juga dapat mengunduh profil perusahaan Krealogi dalam Bahasa Indonesia atau versi Bahasa Inggris.

Mari Bergerak Berdaya Bersama!