Dalam beberapa tahun terakhir, isu lingkungan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Perubahan cuaca yang semakin tidak menentu, berkurangnya sumber air, hingga kerusakan hutan perlahan mulai dirasakan dampaknya oleh banyak komunitas dan pelaku usaha lokal.

Di tengah kondisi tersebut, data deforestasi tahun 2025 menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Luas hutan yang hilang melonjak menjadi 433.751 hektar, meningkat sekitar 66 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 261.575 hektar. Di balik angka tersebut, ada dampak yang jauh lebih luas dari sekadar hilangnya tutupan hutan.

Kerusakan lingkungan tidak hanya memengaruhi alam, tetapi juga kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya di sekitarnya. Ketika hutan berkurang, masyarakat ikut menghadapi perubahan sumber penghasilan, menurunnya hasil alam, hingga semakin terbatasnya ruang hidup dan sumber pangan.

Bagi banyak komunitas di Indonesia, alam bukan hanya tempat tinggal. Alam merupakan sumber penghidupan, ruang hidup, pengetahuan lokal, sekaligus bagian dari identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, menjaga lingkungan tidak dapat dipandang hanya sebagai isu konservasi. Di dalamnya terdapat kehidupan masyarakat, ekonomi lokal, dan masa depan komunitas yang saling terhubung.

Melalui berbagai program bersama mitra, Krealogi berkesempatan untuk belajar langsung dari komunitas, memahami tantangan yang mereka hadapi, sekaligus mendukung lahirnya berbagai inisiatif yang lebih berkelanjutan.

Belajar dari Komunitas Pesisir Bersama YKAN

Bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Krealogi mendampingi kelompok usaha perempuan dan masyarakat lokal dalam program yang berfokus pada penguatan mata pencaharian berbasis lingkungan.

Dalam proses pendampingan ini, kami melihat secara langsung bagaimana kondisi lingkungan sangat memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir. Ketika ekosistem mangrove rusak, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh alam, tetapi juga oleh masyarakat yang bergantung pada hasil laut dan sumber daya pesisir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengembangkan produk dan usaha berbasis mangrove secara lebih berkelanjutan. Tidak hanya berbicara tentang menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat tetap memiliki sumber penghasilan tanpa merusak alam di sekitarnya.

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga penguatan kapasitas kelompok usaha, pengelolaan usaha, hingga pengembangan pasar. Dari sini kami belajar bahwa menjaga lingkungan akan jauh lebih kuat ketika masyarakat juga merasakan manfaat ekonomi yang nyata.

Mendorong Kesadaran Lingkungan Bersama KEM

Dalam berbagai proses kolaborasi bersama komunitas dan mitra, Krealogi juga melihat bahwa isu lingkungan sering kali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat, padahal, perubahan lingkungan sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.

Melalui program bersama KEM, Krealogi ikut mendorong berbagai aktivitas yang menghubungkan kesadaran lingkungan dengan realitas kehidupan masyarakat sehari-hari. Mulai dari diskusi komunitas, penguatan kapasitas, hingga pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Perubahan tidak selalu hadir melalui langkah besar. Sering kali, perubahan justru tumbuh dari percakapan kecil, kebiasaan baru, dan kesadaran yang perlahan dibangun bersama di tingkat komunitas.

Membangun Kesadaran Iklim Bersama UNEP

Kolaborasi bersama UNEP menjadi salah satu pengalaman penting bagi Krealogi dalam memahami bahwa krisis iklim tidak dirasakan secara setara oleh semua orang.Dalam berbagai diskusi dan proses pembelajaran bersama komunitas, kami melihat bagaimana perempuan sering menjadi kelompok yang paling awal merasakan dampak perubahan iklim dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari perubahan sumber pangan, kesulitan akses air bersih, menurunnya hasil usaha, hingga meningkatnya beban pengelolaan rumah tangga dan penghidupan keluarga.

Melalui pendekatan yang lebih partisipatif, Krealogi bersama UNEP mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa isu iklim bukan hanya isu lingkungan global, tetapi isu yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama perempuan. Kami belajar bahwa membangun ketahanan iklim juga perlu dimulai dari penguatan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan komunitas.

Mendukung Inisiatif Berkelanjutan Bersama GEF SGP

Kolaborasi bersama GEF Small Grants Programme (SGP) menjadi pengalaman penting bagi Krealogi dalam melihat bagaimana isu lingkungan, ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat saling terhubung.

Dalam berbagai proses pendampingan, kami menemukan bahwa banyak komunitas sebenarnya memiliki pengetahuan lokal dan praktik hidup yang dekat dengan prinsip keberlanjutan, namun, sering kali mereka membutuhkan ruang belajar, akses, dan dukungan agar praktik-praktik tersebut dapat berkembang secara lebih luas.

Melalui pendekatan kolaboratif, program-program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan, tetapi juga pada penguatan kapasitas komunitas agar dapat membangun sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan. Kami belajar bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga alam tetap hijau, tetapi juga memastikan masyarakat dapat terus hidup, tumbuh, dan memiliki masa depan yang layak.

Menjaga Keseimbangan Alam dan Kehidupan Bersama WWF

Dalam berbagai isu lingkungan, salah satu tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan keberlanjutan alam. Bersama WWF, Krealogi melihat bagaimana upaya menjaga lingkungan perlu berjalan beriringan dengan penguatan masyarakat lokal.

Masyarakat tidak bisa hanya diminta menjaga lingkungan tanpa memiliki akses terhadap sumber penghidupan yang aman dan berkelanjutan, karena itu, berbagai pendekatan yang melibatkan komunitas menjadi sangat penting. Mulai dari penguatan usaha lokal, pengembangan kapasitas masyarakat, hingga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga alam juga berarti menjaga masa depan kehidupan.

Pendekatan seperti ini membantu menciptakan perubahan yang lebih berkelanjutan karena masyarakat menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penerima program.

Menjaga Alam Adalah Menjaga Masa Depan Bersama

Perjalanan Krealogi bersama berbagai mitra mengajarkan satu hal penting: menjaga lingkungan tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kehidupan masyarakat. Ketika alam rusak, ekonomi lokal ikut terdampak. Ketika sumber daya alam semakin terbatas, masyarakat kecil sering menjadi pihak yang paling awal merasakan dampaknya, itulah sebabnya upaya menjaga lingkungan perlu berjalan berdampingan dengan penguatan komunitas, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Selama perjalanan mendampingi berbagai komunitas dan program, satu hal yang terus terlihat adalah bahwa perubahan yang bertahan lama hampir selalu lahir dari kerja bersama. Melalui kerja bersama mitra, komunitas, dan masyarakat lokal, kami ingin terus mendukung berbagai inisiatif yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga alam dan kehidupan di masa depan.Menjaga alam bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga menjaga kehidupan bersama.

Menciptakan masa depan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang berjalan bersama masyarakat dan lingkungan. Jika Anda mencari mitra kolaborasi untuk program lingkungan, ekonomi hijau, maupun ekonomi biru, Krealogi siap bertumbuh dan menciptakan dampak bersama. Kunjungi www.krealogi.com

Pelajari bagaimana Krealogi bersama YKAN, UNEP, WWF, KEM, dan GEF SGP mendukung lingkungan, ekonomi lokal berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program kolaboratif.


Mari Bergerak Berdaya Bersama!