Sudah sejak lama pendidikan perempuan, menjadi issue yang tidak terselesaikan, karena terkait dengan kesetaraan gender dan juga hak asasi manusia. Kesetaraan gender di Indonesia dalam pendidikan terlihat bagus dari permukaan. Kenyataannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perempuan pada tahun 2019 hanya 69,18 yang berada dibawah laki-laki (75,96). Stereotip lama yang masih melekat pada masyarakat Indonesia yang ditambah dengan faktor lain seperti ekonomi membuat perempuan yang berada di posisi tidak beruntung menjadi tertekan.

Pendidikan bagi perempuan adalah jalan untuk masa depan yang lebih baik, masih banyak masyarakat di daerah terpencil yang memiliki stereotip bahwa perempuan hanya pantas berada di rumah saja, mengurus keluarga. Masyarakat yang kurang dalam bekal pendidikan, terutama orang tua pedesaan akan termakan oleh stereotip. Mereka menganggap bahwa pendidikan untuk anak perempuan tidak penting karena nantinya perempuan akan kembali ke dapur untuk masak. Efek dari pandangan tersebut mengakibatkan orang tua enggan untuk menuntaskan sekolah anak perempuannya dan akhirnya berlatih menjadi ibu rumah tangga sejak usia muda.

Padahal, dengan akses pendidikan yang baik, perempuan bisa mendapatkan banyak kesempatan, diantaranya:

  • Memiliki penghasilan lebih tinggi dan kesempatan karir yang lebih baik
  • Menikah di usia yang lebih matang dan memiliki jumlah anak yang lebih terencana
  • Memberikan pendidikan dan perawatan kesehatan yang lebih baik untuk anak-anaknya
  • Berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan di masyarakat
  • Memiliki pemahaman lebih baik tentang hak-hak mereka

Lantas apa sajakah yang menjadi tantangan bagi perempuan dalam pendidikan?

Faktor Budaya

  • Pandangan tradisional tentang peran perempuan, dimana perempuan hanya bertugas mengurus keluarga, sehingga tidak perlu mengenyam pendidikan yang tinggi
  • Praktik pernikahan dini, tradisi menikah dini membuat perempuan tidak bisa melanjutkan pendidikannya
  • Prioritas pendidikan untuk anak laki-laki, stereotip laki-laki sebagai kepala keluarga dan memiliki kesempatan kerja yang lebih luas

Faktor Ekonomi

  • Biaya pendidikan yang tinggi, tidak dapat dipungkiri pendidikan dewasa ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, oleh karena itu dibutuhkan peran aktif dan kebijakan dari para stakeholders untuk dapat menangani masalah ini
  • Kebutuhan tenaga kerja dalam keluarga, dalam keluarga dengan kondisi ekonomi sulit, anak perempuan seringkali diharapkan untuk membantu mencari nafkah atau melakukan pekerjaan rumah tangga
  • Kemiskinan, perempuan yang hidup dalam kemiskinan juga lebih rentan terhadap eksploitasi dan kekerasan, yang dapat mengganggu pendidikan mereka

Faktor Infrastruktur

  • Jarak ke sekolah yang jauh, jarak yang jauh meningkatkan resiko bagi perempuan dari segi keamanan, waktu dan tenaga yang habis untuk perjalanan sehingga kesulitan fokus belajar dan kurangnya akses transportasi
  • Kurangnya guru perempuan sebagai role model, kehadiran guru perempuan di sekolah sangat penting sebagai role model bagi anak perempuan. Guru perempuan dapat memberikan dukungan, bimbingan, dan inspirasi bagi anak perempuan untuk meraih cita-cita mereka, sehingga jika guru perempuan sedikit, anak perempuan kurang memiliki figur panutan yang relevan dengan pengalaman mereka

Pendidikan untuk perempuan adalah investasi untuk masa depan bangsa yang lebih baik. Ketika kita mendidik perempuan, kita mendidik sebuah generasi. Dengan pendidikan yang baik, seorang perempuan dapat mendorong pendidikan untuk anak-anaknya, ikut andil dalam perekonomian di masyarakat, mendorong perempuan lainnya agar dapat berdaya.

Pendidikan perempuan adalah investasi dalam pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, dan kemajuan bangsa. Sudah saatnya kita semua berkomitmen untuk memastikan setiap perempuan mendapatkan akses ke pendidikan berkualitas yang merupakan haknya.

Ingin ikut berkolaborasi dalam kemitraan Krealogi? Kunjungi laman krealogi.com/link untuk memajukan lebih banyak komunitas di Indonesia.

Anda juga dapat mengunduh profil perusahaan Krealogi dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggrisdengan mengunjungi halaman utama website Krealogi.

Untuk mengetahui implementasi ESG beserta dampak positif yang kami lakukan hingga 2023, Anda dapat membaca laporan ESG 2023 Krealogi disini.


Mari Bergerak Berdaya Bersama!