Setiap 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional. Peringatan ini berakar dari gerakan perempuan pekerja pada awal abad ke-20 yang menuntut hak kerja yang adil dan hak suara. Pada tahun 1975, United Nations secara resmi menetapkan 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional, menjadikannya momentum global untuk mendorong kesetaraan gender.Maknanya tidak berhenti pada sejarah, tetapi terasa nyata dalam perjuangan perempuan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Perempuan dan Tulang Punggung UMKM Indonesia
Data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (2023) mencatat:
- ±65 juta UMKM di Indonesia
- Kontribusi sekitar 61% terhadap PDB nasional
- Menyerap ±97% tenaga kerja nasional
Sekitar 60–64% UMKM dikelola oleh perempuan.Artinya, sebagian besar denyut ekonomi mikro Indonesia digerakkan oleh perempuan. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (Sakernas 2022) menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan masih berada di kisaran 53–55%, jauh di bawah laki-laki. Banyak dari mereka berada di sektor informal, termasuk usaha mikro dan rumahan. Data global dari UN Women juga menegaskan bahwa perempuan cenderung memiliki akses pembiayaan yang lebih terbatas dan lebih rentan terhadap krisis ekonomi.
Peran Krealogi: Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Program
Sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, komunitas, dan kelompok rentan, Krealogi melihat UMKM perempuan bukan sebagai objek bantuan, tetapi sebagai pelaku ekonomi strategis.
Pendekatan yang dibangun tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mencakup:
- 1. Pendampingan Berkelanjutan
Meningkatkan kapasitas usaha melalui pelatihan manajemen, penguatan model bisnis, hingga strategi pemasaran. - 2. Penguatan Jejaring & Kolaborasi
Menghubungkan pelaku UMKM perempuan dengan pasar, mitra strategis, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah. - 3. Pendekatan Berbasis Komunitas
Karena perempuan sering menjadi pengikat sosial dalam komunitas, penguatan satu pelaku usaha dapat berdampak pada kelompok yang lebih luas.
Bagi Krealogi, memberdayakan perempuan bukan sekadar isu kesetaraan. Ini adalah strategi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hari Perempuan Internasional: Momentum untuk Bertindak
Hari Perempuan Internasional mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai.
Di balik angka statistik, ada jutaan perempuan yang bekerja dari rumah, dari pasar tradisional, dari desa-desa, dari wilayah pesisir, dari komunitas yang sering tidak terlihat dalam narasi besar ekonomi nasional. Ketika perempuan berdaya, UMKM menguat dan ketika UMKM menguat, ekonomi Indonesia menjadi lebih tangguh.
Momentum ini bukan hanya untuk merayakan, tetapi untuk memastikan bahwa ekosistem yang mendukung perempuan terus diperkuat secara sistemik dan berkelanjutan.
Memperkuat UMKM perempuan adalah kerja bersama, Mari bergandengan membangun ekosistem yang lebih adil dan inklusif.
Karena ketika perempuan berdaya, masa depan ikut menguat.
Mari Bergerak Berdaya Bersama!

.jpg)