Setiap tahun, Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April menjadi momen untuk mengingat perjuangan perempuan dalam mendapatkan akses terhadap pendidikan, pengetahuan, dan kesempatan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Namun hari ini, di berbagai wilayah termasuk Kalimantan Barat, perjuangan itu belum sepenuhnya selesai. Masih banyak perempuan yang hidup dalam keterbatasan akses. Bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan, tetapi karena ruang untuk belajar dan berkembang belum selalu tersedia. Sebagian dari mereka adalah ibu rumah tangga, petani, dan buruh harian yang dalam kesehariannya tetap memegang peran penting dalam menopang keluarga, namun belum selalu memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri, terutama dalam hal literasi finansial.

Dalam kondisi seperti ini, banyak keputusan penting dalam kehidupan terutama yang berkaitan dengan keuangan harus diambil tanpa bekal pengetahuan yang memadai. Padahal, keputusan-keputusan tersebut memiliki dampak jangka panjang, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keluarga yang mereka bangun dan rawat setiap hari.

Ketika akses terbatas, pilihan pun menjadi terbatas

Melihat tantangan tersebut, Krealogi bersama Yayasan Dua Anyam dalam kolaborasi bersama The Asia Foundation dan dengan dukungan DBS Foundation menghadirkan program SHE CAN sebagai upaya untuk membuka akses tersebut memberikan ruang belajar, pendampingan, dan penguatan kapasitas bagi perempuan rentan di Kalimantan Barat.

Melalui program ini, lebih dari 8.000 perempuan rentan telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan . Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi pada hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari: bagaimana mengelola keuangan keluarga, memahami pentingnya perencanaan finansial, serta mulai mengenal konsep investasi sebagai langkah untuk mempersiapkan masa depan dan perubahan yang terjadi tidak berhenti pada pengetahuan.

Perempuan yang sebelumnya tidak terbiasa menyusun perencanaan keuangan, mulai mampu mengelola pendapatan secara lebih bijak dan terarah. Mereka mulai memahami bagaimana membuat keputusan finansial yang lebih tepat, serta menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing .

Lebih dari itu, tumbuh kepercayaan diri bahwa mereka memiliki peran dan kendali dalam menentukan arah kehidupan mereka sendiri. Pendampingan ini menjadi ruang yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka kemungkinan. Bahwa dengan akses yang tepat, perempuan dapat tumbuh, berdaya, dan menjadi penggerak perubahan di lingkungannya.

Karena hari ini, Kartini tidak hanya hidup dalam sejarah. Ia hadir dalam setiap perempuan yang terus belajar, menemukan jalannya di tengah keterbatasan, dan melangkah, sedikit demi sedikit, menuju masa depan yang lebih baik.

Jika Anda mencari mitra untuk mengimplementasi program pemberdayaan masyarakat membantu penerapan ESG di Indonesia, silakan kunjungi krealogi.com


Mari Bergerak Berdaya Bersama!