Tentang Krealogi

Tentang Krealogi

Mengapa Krealogi Dibuat?

Berdasarkan pengalaman di lapangan sejak 2015, Kami memahami bahwa UMKM Indonesia mengalami banyak kendala dalam manajemen pesanan, produksi, persediaan hingga pengiriman. Sejalan dengan visi kami untuk memberdayakan komunitas, mempromosikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan hidup, dibuatlah Krealogi. Krealogi dibangun untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang dihadapi UMKM tersebut.

Apa Itu Krealogi?

Krealogi merupakan sebuah bagaian dari revolusi digital untuk UMKM Indonesia. Aplikasi Krealogi dibuat dengan tampilan yang ramah pengguna, sehigga dapat digunakan oleh pelaku usaha dari berbagai kalangan. Fitur yang dibuat juga bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Selain itu, Krealogi juga merupakan sebuah wadah untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM.

Apa Itu Krealogi Dibuat?

Krealogi merupakan sebuah bagaian dari revolusi digital untuk UMKM Indonesia. Aplikasi Krealogi dibuat dengan tampilan yang ramah pengguna, sehigga dapat digunakan oleh pelaku usaha dari berbagai kalangan. Fitur yang dibuat juga bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Selain itu, Krealogi juga merupakan sebuah wadah untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM.

Apa Saja yang Ada di Krealogi?

Sebagai bagian dari revolusi digital UMKM Indonesia, aplikasi Krealogi menghadirkan kemudahan dalam pencatatan dan perencanaan strategis UMKM. Fitur-fitur unggulan seperti Catat Pesanan, Rencana Produksi, Catat Biaya hingga Laporan Usaha akan membantu proses-proses tersebut. Di Krealogi juga terdapat berbagai kelas pelatihan dan modul digital untuk mengembangkan kemampuan berbisnis para penggunanya.

Tentang Krealogi

Blog Thumbnail

| 19 July 2022

3 Social Media yang Efektif untuk Bantu Kembangkan Bisnis UMKM

Praktik paling mudah untuk mempromosikan bisnis, termasuk UMKM di internet adalah membuat akun media sosial. Caranya mudah dan semua orang bisa melakukannya.

Kemudian sering muncul pertanyaan, media sosial mana yang paling cocok dengan usahamu? Sebelum memutuskan, coba baca fitur dan keunikan dari tiga media sosial ini, yuk!

Facebook Untuk pemasaran biasa, Facebook menyediakan fitur yang bernama Facebook Ads. Dengan fitur ini, kamu bisa merancang iklanmu tersendiri dari berbagai aspek. Tujuan pemasaran, orang yang ditujukan, platform yang akan menjadi tempat iklan beredar, biaya dan lama penayangan, dan format iklannya. Ini semua bisa kamu atur sesuka hati.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah platform tempat iklan beredar. Karena Facebook, atau yang sekarang dikenal dengan Meta, adalah pemilik Instagram, kamu bisa juga memilih Instagram sebagai tempat untuk menayangkan iklanmu. Oh, dan platform yang dipilih itu tidak terbatas 1 saja ya. Jika budget mengizinkan dan kamu memang ingin, kamu bisa tayangkan iklanmu di Facebook, Instagram, dan Facebook Messenger sekaligus.

Selain Facebook Ads, kamu juga bisa gunakan adalah groups. Ada banyak grup di Facebook yang mempunyai fokus terhadap berbagai topik. Entah grup gaming, grup hobi motor, grup gowes, apapun itu, pasti ada grupnya di facebook. Di grup ini, kamu bisa mempromosikan usahamu dan promosimu pasti akan dilihat oleh orang-orang yang memang sepaham dengan jenis produkmu.

Menariknya lagi, Facebook menyediakan fitur Facebook Marketplace. Platform ini jauh berbeda dengan Facebook biasanya karena memiliki fokus dalam berdagang, bukan untuk bersosialisasi. Kamu bisa menggunakan platform ini untuk memperluas pemasaran.

Instagram Karena berada di bawah management Meta, Instagram mempunyai kesamaan pada fitur iklan yang ditawarkan. Bahkan, ketika kamu ingin membuat iklan Instagram, website Instagram akan langsung membuka website Facebook untuk proses pembuatan iklannya itu sendiri.

Jadi, sama seperti di Facebook, kamu bisa mengatur tujuan iklannya, platform penayangan iklan, dan yang lain yang telah disebut. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah format iklannya. Facebook dan Instagram sama-sama mempunyai format photo ads, video ads, dan carousel ads. Format yang unik dari Instagram adalah Instagram story ads.

Sama seperti Facebook, Instagram juga mempunyai fitur yang didedikasikan untuk berbelanja, yaitu Instagram Shop. Di sini, kamu bisa melihat produk-produk yang mirip dengan jenis konten yang kamu follow di Instagram.

Misal, kamu mengikuti akun-akun yang biasa posting konten bertopik Anime. Nah, Instagram shop akan menampilkan produk-produk yang relevan dengan topik ini, seperti merchandise Anime. Instagram Shop akan menampilkan produk dari akun yang kamu tidak follow juga, tapi masih relevan dengan topik konten yang kamu ikuti di akunmu.

Satu hal yang harus dicatat adalah Instgram shop berfungsi lebih sebagai katalog saja. Kamu hanya sebatas bisa melihat foto produk, deskripsinya, dan penjualnya di Instagram shop. Untuk pembayaran, kamu akan diarahkan ke website resmi toko tersebut atau diminta menghubungi pihak toko secara langsung untuk bertransaksi.

TikTok Tidak seperti Instagram atau Facebook, kalau kamu ingin memasarkan produk di TikTok, formatnya harus berupa video. Jadi, iklan atau konten apapun yang kamu rencanakan untuk diterbitkan di sini, pastikan formatnya berupa video.

TikTok sendiri pun juga menyediakan fitur iklan berbayar. Fiturnya lengkap dengan penetapan tujuan iklan, target iklan, budget iklan, dan konfigurasi iklan, tapi yang unik dari TikTok adalah jenis konten yang paling sering laku. Menurut riset yang dilakukan TikTok sendiri, mayoritas pengguna biasa mencari konten untuk menghibur diri mereka sendiri.

Apa artinya? Konten atau iklan yang kamu akan produksi boleh saja berjenis informatif. Entah seputar produkmu sendiri, atau topik yang relevan dengan produk. Namun, jangan lupa mengimplementasikan elemen kesederhanaan dan mungkin humor. Kemungkinan konten laku lebih besar nantinya.

Untuk menyaingi para pesaing, TikTok juga mempunyai fitur khusus untuk berbelanja. Namanya adalah TikTok Shop. Berbeda dengan Instagram shop, transaksi bisa langsung dilakukan di TikTok itu sendiri, di mana Instagram mengarahkan kamu ke website resmi toko.

Nah, ketiga media sosial yang disebutkan di atas adalah opsi-opsi yang paling minimal menjamin lebih banyak orang di luar sana akan sadar akan keberadaan bisnis UMKM milikmu. Angka penjualan masih jatuh sepenuhnya di tangan pemegang bisnis UMKM masing-masing.

Tentunya, kamu bisa saja menggunakan ketiga opsi yang di atas secara sekaligus. Selama penanganan dilaksanakan dengan baik, tidak ada salahnya.

Blog Thumbnail

| 19 July 2022

3 Social Media yang Efektif untuk Bantu Kembangkan Bisnis UMKM

Praktik paling mudah untuk mempromosikan bisnis, termasuk UMKM di internet adalah membuat akun media sosial. Caranya mudah dan semua orang bisa melakukannya.

Kemudian sering muncul pertanyaan, media sosial mana yang paling cocok dengan usahamu? Sebelum memutuskan, coba baca fitur dan keunikan dari tiga media sosial ini, yuk!

Facebook
Untuk pemasaran biasa, Facebook menyediakan fitur yang bernama Facebook Ads. Dengan fitur ini, kamu bisa merancang iklanmu tersendiri dari berbagai aspek. Tujuan pemasaran, orang yang ditujukan, platform yang akan menjadi tempat iklan beredar, biaya dan lama penayangan, dan format iklannya. Ini semua bisa kamu atur sesuka hati.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah platform tempat iklan beredar. Karena Facebook, atau yang sekarang dikenal dengan Meta, adalah pemilik Instagram, kamu bisa juga memilih Instagram sebagai tempat untuk menayangkan iklanmu. Oh, dan platform yang dipilih itu tidak terbatas 1 saja ya. Jika budget mengizinkan dan kamu memang ingin, kamu bisa tayangkan iklanmu di Facebook, Instagram, dan Facebook Messenger sekaligus.

Selain Facebook Ads, kamu juga bisa gunakan adalah groups. Ada banyak grup di Facebook yang mempunyai fokus terhadap berbagai topik. Entah grup gaming, grup hobi motor, grup gowes, apapun itu, pasti ada grupnya di facebook. Di grup ini, kamu bisa mempromosikan usahamu dan promosimu pasti akan dilihat oleh orang-orang yang memang sepaham dengan jenis produkmu.

Menariknya lagi, Facebook menyediakan fitur Facebook Marketplace. Platform ini jauh berbeda dengan Facebook biasanya karena memiliki fokus dalam berdagang, bukan untuk bersosialisasi. Kamu bisa menggunakan platform ini untuk memperluas pemasaran.

Instagram
Karena berada di bawah management Meta, Instagram mempunyai kesamaan pada fitur iklan yang ditawarkan. Bahkan, ketika kamu ingin membuat iklan Instagram, website Instagram akan langsung membuka website Facebook untuk proses pembuatan iklannya itu sendiri.

Jadi, sama seperti di Facebook, kamu bisa mengatur tujuan iklannya, platform penayangan iklan, dan yang lain yang telah disebut. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah format iklannya. Facebook dan Instagram sama-sama mempunyai format photo ads, video ads, dan carousel ads. Format yang unik dari Instagram adalah Instagram story ads.

Sama seperti Facebook, Instagram juga mempunyai fitur yang didedikasikan untuk berbelanja, yaitu Instagram Shop. Di sini, kamu bisa melihat produk-produk yang mirip dengan jenis konten yang kamu follow di Instagram.

Misal, kamu mengikuti akun-akun yang biasa posting konten bertopik Anime. Nah, Instagram shop akan menampilkan produk-produk yang relevan dengan topik ini, seperti merchandise Anime. Instagram Shop akan menampilkan produk dari akun yang kamu tidak follow juga, tapi masih relevan dengan topik konten yang kamu ikuti di akunmu.

Satu hal yang harus dicatat adalah Instgram shop berfungsi lebih sebagai katalog saja. Kamu hanya sebatas bisa melihat foto produk, deskripsinya, dan penjualnya di Instagram shop. Untuk pembayaran, kamu akan diarahkan ke website resmi toko tersebut atau diminta menghubungi pihak toko secara langsung untuk bertransaksi.

TikTok
Tidak seperti Instagram atau Facebook, kalau kamu ingin memasarkan produk di TikTok, formatnya harus berupa video. Jadi, iklan atau konten apapun yang kamu rencanakan untuk diterbitkan di sini, pastikan formatnya berupa video.

TikTok sendiri pun juga menyediakan fitur iklan berbayar. Fiturnya lengkap dengan penetapan tujuan iklan, target iklan, budget iklan, dan konfigurasi iklan, tapi yang unik dari TikTok adalah jenis konten yang paling sering laku. Menurut riset yang dilakukan TikTok sendiri, mayoritas pengguna biasa mencari konten untuk menghibur diri mereka sendiri.

Apa artinya? Konten atau iklan yang kamu akan produksi boleh saja berjenis informatif. Entah seputar produkmu sendiri, atau topik yang relevan dengan produk. Namun, jangan lupa mengimplementasikan elemen kesederhanaan dan mungkin humor. Kemungkinan konten laku lebih besar nantinya.

Untuk menyaingi para pesaing, TikTok juga mempunyai fitur khusus untuk berbelanja. Namanya adalah TikTok Shop. Berbeda dengan Instagram shop, transaksi bisa langsung dilakukan di TikTok itu sendiri, di mana Instagram mengarahkan kamu ke website resmi toko.

Nah, ketiga media sosial yang disebutkan di atas adalah opsi-opsi yang paling minimal menjamin lebih banyak orang di luar sana akan sadar akan keberadaan bisnis UMKM milikmu. Angka penjualan masih jatuh sepenuhnya di tangan pemegang bisnis UMKM masing-masing.

Tentunya, kamu bisa saja menggunakan ketiga opsi yang di atas secara sekaligus. Selama penanganan dilaksanakan dengan baik, tidak ada salahnya.

Blog Thumbnail

| 19 July 2022

3 Social Media yang Efektif untuk Bantu Kembangkan Bisnis UMKM

Praktik paling mudah untuk mempromosikan bisnis, termasuk UMKM di internet adalah membuat akun media sosial. Caranya mudah dan semua orang bisa melakukannya.

Kemudian sering muncul pertanyaan, media sosial mana yang paling cocok dengan usahamu? Sebelum memutuskan, coba baca fitur dan keunikan dari tiga media sosial ini, yuk!

Facebook
Untuk pemasaran biasa, Facebook menyediakan fitur yang bernama Facebook Ads. Dengan fitur ini, kamu bisa merancang iklanmu tersendiri dari berbagai aspek. Tujuan pemasaran, orang yang ditujukan, platform yang akan menjadi tempat iklan beredar, biaya dan lama penayangan, dan format iklannya. Ini semua bisa kamu atur sesuka hati.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah platform tempat iklan beredar. Karena Facebook, atau yang sekarang dikenal dengan Meta, adalah pemilik Instagram, kamu bisa juga memilih Instagram sebagai tempat untuk menayangkan iklanmu. Oh, dan platform yang dipilih itu tidak terbatas 1 saja ya. Jika budget mengizinkan dan kamu memang ingin, kamu bisa tayangkan iklanmu di Facebook, Instagram, dan Facebook Messenger sekaligus.

Selain Facebook Ads, kamu juga bisa gunakan adalah groups. Ada banyak grup di Facebook yang mempunyai fokus terhadap berbagai topik. Entah grup gaming, grup hobi motor, grup gowes, apapun itu, pasti ada grupnya di facebook. Di grup ini, kamu bisa mempromosikan usahamu dan promosimu pasti akan dilihat oleh orang-orang yang memang sepaham dengan jenis produkmu.

Menariknya lagi, Facebook menyediakan fitur Facebook Marketplace. Platform ini jauh berbeda dengan Facebook biasanya karena memiliki fokus dalam berdagang, bukan untuk bersosialisasi. Kamu bisa menggunakan platform ini untuk memperluas pemasaran.

Instagram
Karena berada di bawah management Meta, Instagram mempunyai kesamaan pada fitur iklan yang ditawarkan. Bahkan, ketika kamu ingin membuat iklan Instagram, website Instagram akan langsung membuka website Facebook untuk proses pembuatan iklannya itu sendiri.

Jadi, sama seperti di Facebook, kamu bisa mengatur tujuan iklannya, platform penayangan iklan, dan yang lain yang telah disebut. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah format iklannya. Facebook dan Instagram sama-sama mempunyai format photo ads, video ads, dan carousel ads. Format yang unik dari Instagram adalah Instagram story ads.

Sama seperti Facebook, Instagram juga mempunyai fitur yang didedikasikan untuk berbelanja, yaitu Instagram Shop. Di sini, kamu bisa melihat produk-produk yang mirip dengan jenis konten yang kamu follow di Instagram.

Misal, kamu mengikuti akun-akun yang biasa posting konten bertopik Anime. Nah, Instagram shop akan menampilkan produk-produk yang relevan dengan topik ini, seperti merchandise Anime. Instagram Shop akan menampilkan produk dari akun yang kamu tidak follow juga, tapi masih relevan dengan topik konten yang kamu ikuti di akunmu.

Satu hal yang harus dicatat adalah Instgram shop berfungsi lebih sebagai katalog saja. Kamu hanya sebatas bisa melihat foto produk, deskripsinya, dan penjualnya di Instagram shop. Untuk pembayaran, kamu akan diarahkan ke website resmi toko tersebut atau diminta menghubungi pihak toko secara langsung untuk bertransaksi.

TikTok
Tidak seperti Instagram atau Facebook, kalau kamu ingin memasarkan produk di TikTok, formatnya harus berupa video. Jadi, iklan atau konten apapun yang kamu rencanakan untuk diterbitkan di sini, pastikan formatnya berupa video.

TikTok sendiri pun juga menyediakan fitur iklan berbayar. Fiturnya lengkap dengan penetapan tujuan iklan, target iklan, budget iklan, dan konfigurasi iklan, tapi yang unik dari TikTok adalah jenis konten yang paling sering laku. Menurut riset yang dilakukan TikTok sendiri, mayoritas pengguna biasa mencari konten untuk menghibur diri mereka sendiri.

Apa artinya? Konten atau iklan yang kamu akan produksi boleh saja berjenis informatif. Entah seputar produkmu sendiri, atau topik yang relevan dengan produk. Namun, jangan lupa mengimplementasikan elemen kesederhanaan dan mungkin humor. Kemungkinan konten laku lebih besar nantinya.

Untuk menyaingi para pesaing, TikTok juga mempunyai fitur khusus untuk berbelanja. Namanya adalah TikTok Shop. Berbeda dengan Instagram shop, transaksi bisa langsung dilakukan di TikTok itu sendiri, di mana Instagram mengarahkan kamu ke website resmi toko.

Nah, ketiga media sosial yang disebutkan di atas adalah opsi-opsi yang paling minimal menjamin lebih banyak orang di luar sana akan sadar akan keberadaan bisnis UMKM milikmu. Angka penjualan masih jatuh sepenuhnya di tangan pemegang bisnis UMKM masing-masing.

Tentunya, kamu bisa saja menggunakan ketiga opsi yang di atas secara sekaligus. Selama penanganan dilaksanakan dengan baik, tidak ada salahnya.

Lihat Blog Tentang Krealogi Lebih Lengkap