Blog Thumbnail

Krealogi Team | POST ON 16 February 2022

Cara Menentukan Harga Produk? Ikuti 4 Cara Sederhana Ini!

Pelatihan

Cara Menentukan Harga Produk – Memulai, membangun, dan menjalankan sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan yang akan kamu hadapi sebagai seorang pelaku usaha. Bagaimana agar usaha dapat terus menyampaikan nilai-nilai, produk atau jasa dengan kualitas maksimal, sambil tetap memperoleh keuntungan bagi jalannya usaha. 

Tanpa strategi bisnis yang tepat, ada banyak kesulitan yang akan dihadapi oleh pelaku usaha. Salah satu strategi bisnis yang diperlukan adalah dalam hal menentukan harga jual produk. Harga sangat sensitif dan kerap kali menjadi pertimbangan terbesar bagi konsumen dalam menentukan pembelian. 


Table of Content: 

  1. Cost-plus Pricing 
  1. Harga Menyesuaikan Pasar 
  1. MSRP atau Harga Rekomendasi Produsen 
  1. Harga Berdasarkan Nilai Lebih atau Value Based Pricing 

Cara menentukan harga produk. Sebenarnya ada banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk menentukan harga produk kamu. Di sini, Krealogi sudah rangkum beberapa cara yang populer dan efektif untuk menentukan tingkat harga produk. Simak lebih lanjut informasi berikut: 

1. Cost-Plus Pricing 

Cara menghitung harga jual pertama yang bisa Anda gunakan untuk menetapkan harga jual produk adalah dengan cara cost plus pricing. Pertama, kamu harus menentukan biaya atau cost produksi/pembuatan produk. Selanjutnya, tambahkan biaya tersebut dengan keuntungan yang ingin diperoleh. Sistem ini sangat mudah, sederhana, dan sangat stabil untuk dimiliki oleh para pelaku usaha. Keuntungan yang ingin didapatkan bisa juga dihitung dalam bentuk presentase. 

Cost atau biaya modal tidak hanya dihitung dari biaya pembelian bahan baku saja, namun juga termasuk biaya operasional lain seperti gaji karyawan, biaya listrik, internet, dan lain sebagainya. Simak contoh berikut untuk mengetahui cara menghitung harga dengan cost-plus pricing: 

Harga jual = modal + persentase laba yang diinginkan 

Sebagai contoh, kamu memiliki bisnis kuliner kue kering, dan memperoleh pesanan dari pelanggan sebanyak 10 toples. Untuk membuat 10 toples kue kering, kamu memerlukan modal sebesar Rp 400.000 untuk membeli bahan baku. 

Selain bahan baku, kamu membutuhkan biaya untuk kemasan sebesar Rp 20.000 dan biaya untuk karyawan sebesar Rp 200.000. 

Keuntungan yang diinginkan adalah sebesar 35%. Ikuti contoh di bawah ini untuk menghitung harga dengan menambahkan modal dan laba yang ingin didapatkan: 

Harga jual = modal + persentase laba 

Harga jual = (Rp400.000 + Rp20.000 + Rp250.000) + (35% x modal) 

Harga jual = (Rp670.000) + (35% x Rp660.000) 

Harga jual = Rp670.000 + Rp234.500 

Harga jual = Rp904.500 untuk 10 box 

Dari situ, dapat diketahui bahwa harga jual per satu toples dari kue kering adalah Rp 90.450, atau dapat dibulatkan menjadi Rp 90.500.

Baca juga: Strategi Pemasaran Produk UMKM

2. Harga Menyesuaikan Pasar 

Cara kedua yang dapat dilakukan untuk menentukan harga jual produk adalah market-oriented pricing atau cara menentukan harga berdasarkan keadaan pasar. 

Dalam metode ini, penjual dapat menentukan harga lebih tinggi maupun lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor di pasar, berdasarkan bagaimana masing-masing produk dapat bersaing. 

  • Harga di atas pasar: menetapkan harga yang lebih tinggi dibanding produk lain di pasar, karena produkmu yang unggul secara kualitas dan performa. 
  • Copy market atau menyalin harga pasar: menentukan harga yang sama dan bersaing dengan kompetisi di pasar 
  • Harga di bawah pasar: menggunakan harga yang lebih rendah di banding pesaing di pasar untuk menarik konsumen membeli produkmu. 

Perlu diingat, bahwa masing-masing strategi tersebut memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Dengan metode penentuan harga yang berdasarkan pasar, kamu perlu memahami juga biaya produksi produkmu, dan juga perbandingan kualitas produkmu dengan yang ada di pasar.

cara menentukan harga produk
freepik.com

3. Harga MSRP atau Rekomendasi Produsen 

MSRP atau Manufacturer Suggested Retail Price merupakan salah satu metode untuk menentukan harga jual produk yang berdasar pada rekomendasi dari produsen. Metode ini memiliki tujuan agar produk memiliki keuntungan bagi seluruh tingkatan penjual. Artinya, dari produsen (tangan pertama), hingga ritel masing-masing memiliki proporsi keuntungan tersendiri. Penentuan harga MSRP ini dilakukan oleh perusahaan ritel dan pabrikan untuk menjaga kondisi pasar dan keutungan dari para distributor. 

4. Harga Berdasarkan Nilai Lebih atau Value Based Pricing 

Metode ini menentukan harga dengan cara melihat nilai unik maupun keunggulan yang bisa didapatkan konsumen dari sebuah produk. Metode ini berfokus pada persepsi nilai sebuah produk di mata konsumen akan sebuah produk. Perusahaan-perusahaan yang memiliki keunikan atau unique selling point biasanya menggunakan metode ini dalam menentukan harganya. 

Sebagai contoh paling mudah, adalah produsen teknologi Apple. Mereka menentukan harga berdasarkan nilai dan keunggulan yang dimiliki, sehingga produknya mendapatkan kesan premium dan eksklusif. Meskipun ada produk kompetitor yang lebih baik di tingkat harga yang sama, konsumen yang menganggap produk Apple memiliki nilai lebih akan tetap memilihnya dibanding produk lain. 

Itulah tadi beberapa cara untuk menentukan harga jual produk untuk bisnismu. Gunakan cara yang paling sesuai dengan industri dan juga keadaan perusahaanmu saat ini. Jika ingin pengelolaan penjualan dan bisnismu berjalan dengan lebih efisien, gunakan aplikasi Krealogi dari DuAnyam! Buat rencana produksi, kelola inventori gudang, atur dan proses pesanan pelanggan, dan bahkan menyusun laporan keuangan dalam satu aplikasi. 

#GampangBerbisnisbersamaKrealogi 

Baca juga:

Bagikan Blog :

×

Hi! Dengan Mika di sini. Mika siap membantumu untuk lebih mengenal Krealogi. Ada yang bisa Mika bantu?

× Hubungi Kami